Karyawan Terjebak Banjir, Produksi Mobil Daihatsu Menurun

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 13:56 WIB
Karyawan Terjebak Banjir, Produksi Mobil Daihatsu Menurun Ilustrasi banjir di Jabodetabek. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir yang melanda Jakarta dan Bekasi untuk kesekian kalinya tahun ini berdampak terhadap kegiatan industri otomotif. Salah satunya Daihatsu yang mengeluh kegiatan produksi mobilnya di pabrik Sunter menjadi tidak maksimal.

Daihatsu merupakan merek mobil yang mempunyai pabrik dengan kapasitas terbesar di Indonesia atau mencapai 500 ribu unit per tahun dari dua line produksi di Sunter dan Karawang. Pabrik Daihatsu ini juga memproduksi mobil-mobil Toyota. Pabrik Sunter ini biasa memproduksi mobil 1.255 unit per hari.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan banjir pagi ini memang tidak sampai menggenang di dalam pabrik.


Namun, kata Amelia banyak karyawannya tidak masuk kerja lantaran akses mereka tertutup akibat banjir. Belum lagi tidak sedikit karyawan di pabrik Daihatsu yang rumahnya kebanjiran.

"Jadi produksi kami tidak optimal. Kalau banjir di sekitar pabrik tingginya 50 hingga 60 cm, tapi belum sampai masuk," kata Amelia melalui pesan singkat, Selasa (25/2).


Lebih lanjut, Amelia belum dapat memperkirakan penurunan jumlah produksi akibat banjir pagi ini.

"Kami belum tahu, belum bisa hitung," kata dia.

Amelia menambahkan bila musibah kali ini merupakan banjir ketiga buat Daihatsu yang mempengaruhi produksi. Pada Januari, ia mengatakan terjadi dua kali.

[Gambas:Video CNN]

Pada Januari 2020 Daihatsu pernah menyebutkan bila produksi mobil di pabriknya berhenti selama tiga hari. Sebabnya bukan karena pabrik terendam, melainkan rumah produksi supplier kebanjiran.

Vendor yang pabriknya kebanjiran biasa menyuplai headlining atau komponen atap mobil Daihatsu.

"Tapi yang banjir sekarang supplier kami tidak kebanjiran," kata dia.

(ryh/DAL)