Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng menyebut mereka sudah menyiapkan Huawei Maps untuk menggantikan Google Maps. Sehingga, para pengembang nantinya bisa melakukan integrasi agar aplikasi mereka terintegrasi dengan Huawei Maps.
"Kita sudah siap tinggal pengembang aplikasi terintegrasi, untuk mengganti atau menambahkan yang mereka punya dengan menggunakan Huawei," ujar Khing Seng kepada awak media di bilangan Thamrin, Jakarta, Selasa (25/2).
Namun, menurutnya ia harus melakukan negosiasi dan usaha tambahan kepada para pengembang agar integrasi ke ekosistem Huawei ini bisa menjadi prioritas pengembang aplikasi lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per Januari 2020, Huawei telah bekerja sama dengan 40 pengembang aplikasi lokal di Indonesia. Khing Seng menargetkan 73 aplikasi lokal yang terintegrasi dengan AppGallery pada kuartal ketiga 2020 atau sebelum peluncuran Huawei P40.
[Gambas:Video CNN]
Namun, dari pantauan CNNIndonesia.com, saat ini App Galery pengguna tak bisa menemukan aplikasi populer seperti Instagram dan Facebook. Selain itu, aplikasi besutan Google seperti Youtube dan Gmail pun tak tersedia. Alih-alih, pengguna diarahkan untuk mengunduh aplikasi pihak ketiga yang bisa memberikan pengalaman serupa Youtube.
Ambisi Huawei untuk membesut HMS dan App Galery ini terkait dengan sanksi pemerintah AS. Pemerintah AS melarang perusahaan di negara mereka untuk melakukan bisnis dengan Huawei. Alasannya, Huawei membahayakan data pribadi pengguna AS lantaran perangkat telekomunikasi mereka sengaja disusupi malware agar bisa memata-mata warga AS dan menjadi informan pemerintah China.
Meski saat ini Huawei masih berada dibawah tekanan sanksi dagang Amerika Serikat, Huawei mengaku tetap bisa menjaga kepercayaan pelanggan. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan pendapatan tahun lalu hingga 40 persen ke US$67 miliar. Bisnis smartphone Huawei pun menembus pengiriman sejumlah 240 juta unit.
Lihat juga:Google Beri Peringatan bagi Pengguna Huawei |