Tips Otomotif

Cara Aman Pemotor Terjang Banjir untuk Hindari Maut

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 14:41 WIB
Cara Aman Pemotor Terjang Banjir untuk Hindari Maut Pengendara sepeda motor memaksa untuk melewati banjir akibat hujan (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pengendara sepeda motor tewas dalam kecelakaan ketika menerjang banjir di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Selasa (25/2) pagi. Polisi menyebut pengendara tidak hati-hati saat berkendara sehingga hilang kendali dan terjatuh dari motornya.

Insiden ini lantas mendapat perhatian sejumlah pihak, termasuk praktisi keselamatan berkendara Jusri Palubuhu.

Jusri mengatakan cara berkendara motor tidak bisa disamakan antara jalan kering dan basah, bahkan banjir. Sebab salah mengambil tindakan, potensi kehilangan kendali yang ujungnya kecelakaan maut.


"Masing-masing permukaan jalan pada kondisi itu berbeda, ini yang harus diingat," kata Jusri melalui telepon, Rabu (26/2).

Menurut Jusri mengendarai sepeda motor paling bijak saat melintasi genangan air atau banjir yaitu memacu roda sepelan mungkin. Jadi tidak cukup cuma perangkat keselamatan berkendara menempel di tubuh.

Dengan kecepatan rendah, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) itu mengatakan pengendara dapat lebih mudah mengontrol motornya, terlebih ketika berhadapan dengan 'ombak' yang disebabkan oleh mobil dari arah berlawanan.

[Gambas:Video CNN]

"Pelan di sini tidak ada patokan berapa km per jam. Ya intinya sepelan mungkin untuk meminimalisir resiko," ujar dia.

Kemudian, ia menuturkan pengendara harus bisa menganalisa 'garis' jalan yang aman buat dilalui untuk menghindari lobang atau benda lain yang tidak terlihat di jalan akibat air banjir.

"Jangan lupa juga lihat batas ketinggian air. Batas ketinggian air yang menurut saya boleh dilalui setengah roda atau di bawah lobang knalpot," katanya.

Jika pengendara tidak ingin mengambil risiko, Jusri menambahkan pesepeda motor dapat putar balik mencari jalan alternatif yang lebih aman. (ryh/mik)