Insiden ini lantas mendapat perhatian sejumlah pihak, termasuk praktisi keselamatan berkendara Jusri Palubuhu.
Jusri mengatakan cara berkendara motor tidak bisa disamakan antara jalan kering dan basah, bahkan banjir. Sebab salah mengambil tindakan, potensi kehilangan kendali yang ujungnya kecelakaan maut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jusri mengendarai sepeda motor paling bijak saat melintasi genangan air atau banjir yaitu memacu roda sepelan mungkin. Jadi tidak cukup cuma perangkat keselamatan berkendara menempel di tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Pelan di sini tidak ada patokan berapa km per jam. Ya intinya sepelan mungkin untuk meminimalisir resiko," ujar dia.
Kemudian, ia menuturkan pengendara harus bisa menganalisa 'garis' jalan yang aman buat dilalui untuk menghindari lobang atau benda lain yang tidak terlihat di jalan akibat air banjir.
"Jangan lupa juga lihat batas ketinggian air. Batas ketinggian air yang menurut saya boleh dilalui setengah roda atau di bawah lobang knalpot," katanya.
Jika pengendara tidak ingin mengambil risiko, Jusri menambahkan pesepeda motor dapat putar balik mencari jalan alternatif yang lebih aman. (ryh/mik)