Selain merakit lokal mobil ramah lingkungan, perusahaan juga akan menambah pilihan kendaraan elektrifikasi lain seperti kendaraan elektrik baterai Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) sebagai upaya untuk menjangkau lebih banyak konsumen dalam negeri.
"Kami baru merampungkan bisnis plan-nya dulu tentunya akan dilanjutkan dengan persiapan lain," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam kepada CNNIndonesia melalui pesan singkat, Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting orangnya, SDMnya," ucap Bob.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pabriknya yang ada di Karawang," ucap Bob yang menjelaskan pihaknya baru memasarkan model hybrid C-HR dan Camry.
[Gambas:Video CNN]
Selain Toyota, sejumlah merek otomotif asal Jepang lain yang siap 'terjun' ke segmen mobil ramah lingkungan adalah Mitsubishi, Nissan dan Honda. Di samping itu merek otomotif China juga fokus pada untuk menghadirkan kendaraan bertenaga listrik dengan harga relatif terjangkau.
Ketertarikan perusahaan seiring dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) lebih masuk 'akal'. Cukai yang dimaksud disebut-sebut bisa menurunkan harga kendaraan berteknologi hybrid dan murni listrik yang rendah emisi. (ryh/mik)