Product Manager Vivo Indonesia menyampaikan produk Vivo dirakit di Indonesia.
"Karena Vivo diproduksi di Indonesia, jadi kami tidak merasakan impact yang terlalu signifikan sebenarnya dengan adanya penyakit itu," ujar Ricky di Jakarta, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kayaknya supply chain-nya (rantai pasokan) tidak ada masalah. Sampai kami memenuhi demand handphone (permintaan ponsel) jadi juga itu tidak ada masalah," ujarnya.
Lebih lanjut, Ricky tak mengelak pihaknya mengambil langkah antisipasi terhadap penyebaran Covid-19. Di kantor misalnya, dia berkata setiap pegawai diwajibkan menggunakan masker hingga menempatkan hand sanitizer di berbagi titik.
Di sisi lain, Ricky meyakini penjualan produk Vivo tahun 2020 akan melebihi tahun 2019. Hal itu, kata dia, terjadi pertumbuhan yang lumayan dari segi penjualan dan penerimaan pasar. Tak hanya itu, dia mengklaim review produk Vivo semakin baik dari tahun ke tahun.
"Jadi ini membuat kami percaya diri untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi," ujar Ricky.
(jps/eks)