Menurut Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Pussainsa LAPAN) Rhorom Priyatikanto, puncak supermoon di Indonesia bakal terlihat di Indonesia malam ini.
"Puncak purnama jam 24:00 WIB, bisa terlihat dari Indonesia," tuturnya saat dihubungi via pesan teks, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena alam Super Worm Moon yang terlihat lebih besar dan terang ini terlihat jelas di wilayah India, Timur Tengah, Eropa, Amerika. Untuk wilayah Amerika Utara fenomena ini akan mudah terpantau pada siang hari.
Praktis perbedaan ukuran supermoon ini tidak akan terlihat oleh sebagian besar pengamat mengutip Space.com. Hal ini ikut diamini oleh Rhorom.
"Supermoon (hampir) sama besarnya...bedanya tipis dan sulit dilihat, kecuali kita memotretnya dengan kamera," tuturnya.
Setidaknya ada tiga fenomena bulan purnama terlihat besar dan dekat pada tahun ini, yaitu Super Worm Moon (9 Maret), Super Pink Moon (8 April) dan Super Flower Moon (7 Mei).
[Gambas:Video CNN]
Penjelasan Supermoon
Alasan bulan akan tampak lebih besar dan terang adalah ketika satelit alami itu mencapai perigee atau titik terdekat dari Bumi dalam orbitnya.
Saat itu orbit bulan akan membentuk lingkaran yang sempurna, dan masa perigee itu berdasarkan penelitian menjelaskan bulan akan berjarak sekitar 360.461 km dari Bumi, dibandingkan jarak rata-rata 384.400 km.
Ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee atau disebut "supermoon" tetapi dalam kasus ini bulan purnama akan kehilangan perigee sekitar satu setengah hari. (eks)