Teknologi yang Bisa Kenali Wajah meski Pakai Masker

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2020 14:21 WIB
Sebuah perusahaan di China membuat teknologi pengenal wajah yang mampu mengidentifikasi orang terinfeksi virus corona ketika mengenakan masker. Ilustrasi masker tangkal virus corona. (Chinatopix Via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah perusahaan di China mengklaim telah mengembangkan teknologi pengenal wajah pertama yang mampu mengidentifikasi orang terinfeksi virus corona ketika mengenakan masker. Teknologi itu dirancang untuk membantu memerangi Covid-19 yang menginfeksi puluhan ribu warga China sejak bulan Desember 2019.

Covid-19 yang pertama kali muncul di Provinsi Hubei, China telah membuat hampir semua orang menggunakan masker saat keluar rumah. Langkah pencegahan penularan itu ternyata membuat pengawasan menjadi bermasalah.

Perusahaan Hawnang Technology selaku pengembang mengaku telah sukses menghadirkan teknologi yang dapat mengenali orang-orang yang menutup wajahnya dengan masker.


"Jika terhubung ke sensor suhu, (teknologi) itu dapat mengukur suhu tubuh sambil mengidentifikasi nama orang tersebut dan kemudian sistem akan memproses hasilnya. Katakanlah, jika mendeteksi suhu di atas 38 derajat C," kata wakil presiden Hanwang, Huang Lei.

Perusahaan yang bermarkas di Beijing itu menyampaikan tim yang terdiri dari 20 staf menggunakan teknologi inti yang dikembangkan selama 10 tahun terakhir. Mereka mengaku memiliki database sampel sekitar enam juta wajah yang tidak tertutup masker dan database yang lebih kecil dari wajah yang ditutupi masker.

Pengerjaan teknologi itu dimulai pada bulan Januari 2020 ketika virus corona berkembang pesat. Saat itu, perusahaan juga menjual produknya ke pasarkan.

[Gambas:Video CNN]

Ada dua jenis produk yang dijual oleh Hawnang. Produk pertama hanya mampu mendeteksi satu persatu orang dan biasanya terpasang di pintu masuk perkantoran.

Sedangkan produk kedua mampu mengidentifikasi hingga 30 orang dalam satu detik karena dilengkapi beberapa pengintai.

"Ketika mengenakan masker, tingkat identifikasi dapat mencapai sekitar 95 persen," kata Huang seraya menambahkan bahwa tingkat keberhasilan untuk orang tanpa masker adalah sekitar 99,5 persen.

(jps/DAL)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER