Informasi ini disiarkan dalam posting blog dikutip Kamis (12/3).
Langkah ini dinilai 'wajib', karena perusahaan memiliki "tanggung jawab untuk mendukung kesehatan karyawan dan umat manusia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang kita hadapi belum pernah terjadi sebelumnya. Ini global, dan ini dapat mempengaruhi setiap merek, setiap bisnis, dan setiap individu," ucap Global Head of Twitter Alex Josephson.
[Gambas:Video CNN]
Twitter bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mendorong karyawannya untuk bekerja dari rumah. Sebelumnya Google pada Rabu (11/3) meminta sebagian besar pekerjanya di dunia untuk melakukan hal serupa.
Amazon juga telah meminta karyawan di negara bagian yang terkena virus corona, seperti Washington, New York, dan California agar bekerja di rumah mereka masing-masing. Amazon juga tetap membayar pekerja tetap dan pekerja paruh waktu yang diisolasi karena terjangkit virus corona.
Kasus corona COVID-19 di negeri paman sam kini menembus angka 1.037 kasus dengan 31 kematian, pada Rabu (11/3).
Presiden Donald Trump bahkan memutuskan untuk menangguhkan seluruh perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat selama 30 hari ke depan, kecuali Inggris, untuk mencegah penyebaran SARS-CoV-2. (mik)