Pemasok Bus Listrik Respons Anies Tunda Formula E Efek Corona

CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 21:01 WIB
Bakrie Autoparts, pemegang merek asal China, BYD, yang diminta menyediakan bus listrik, mengaku tidak bermasalah dengan penundaan Formula E. Sosialisasi kendaraan listrik dalam rangka menyambut Formula E 2020 di Jakarta, Jumat (20/9). (CNN Indonesia/Daniela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bakrie Autoparts, pemegang merek asal China, BYD, di dalam negeri, merespons keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menunda penyelenggaraan ajang balap kendaraan listrik Formula E di Jakarta karena wabah virus corona (Covid-19).

Bakrie Autoparts diketahui mendapat pesanan dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang mayoritas sahamnya dipegang Pemprov DKI Jakarta, menyediakan bus listrik berukuran 12 meter sebagai alat transportasi selama digelarnya Formula E mulai 6 Juni 2020.


Pengadaan bus ini dipahami merupakan 'perintah' langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menyukseskan ajang balap tersebut.


Presiden Direktur dan CEO Bakrie Autoparts Dino A Ryandi mengaku tidak masalah dengan keputusan Anies. Kata dia, tanpa Formula E pihaknya akan tetap mendorong penggunaan bus tanpa emisi di Jakarta, terutama sebagai alat transportasi Transjakarta.

"Tapi dengan atau tanpa Formula E kami tentunya akan terus mendukung Transjakarta dalam upaya elektrifikasi armadanya," kata Dino melalui pesan singkat, Kamis (12/3).

Kata Dino, usai penangguhan acara yang diumumkan Anies kemarin, pihaknya belum dihubungi secara langsung tentang kabar kelanjutan kerjasama pengadaan dengan Transjakarta. Ia mengatakan pembahasan baru akan berlangsung hari ini.

"Jadi kami tahu ditunda Formula E dari media. Nah kami baru akan bertemu Transjakarta hari ini," kata Dino.


[Gambas:Video CNN]

Dino memastikan tidak ada kerugian yang dialami perusahaan atas penundaan Formula E. Menurut dia pihaknya juga belum mengajukan permohonan pembuatan bus khusus acara Formula E kepada prinsipal di China.

"Karena kami belum place order ke pihak prinsipal," ucap dia.

Seperti diketahui wabah Covid-19 telah meluas secara global, termasuk di Indonesia. Sudah 34 orang yang terjangkit virus tersebut dan satu di antaranya meninggal di Tanah Air. Covid-19 telah merenggut nyawa 4.000 orang di seluruh dunia sejak mulai mewabah pada awal tahun di China. (ryh/fea)