3 Produsen Motor di Eropa Berhenti Produksi karena Corona

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 13:11 WIB
Yamaha, KTM Group, dan Ducati menyebutkan produksi ditangguhkan sementara menyikapi wabah corona yang terjadi di Eropa. Yamaha, KTM Group, dan Ducati mengumumkan produksi motor di Eropa ditangguhkan sementara. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yamaha, KTM Group, dan Ducati mengumumkan produksi ditangguhkan sementara menyikapi wabah corona (Covid-19) yang terus meluas di benua biru.

Yamaha Motor Eropa menyebutkan fasilitas produksi yang terdampak yaitu pabrik mesin di Calderara di Reno, Italia, dan pabrik perakitan di Saint-Quentin, Prancis.

Kedua fasilitas produksi Yamaha ini berhenti beroperasi hingga 22 Maret 2020, setelah itu produksi bakal ditinjau kembali menyesuaikan dengan situasi dan kondisi setiap pekannya, mengutip MCNews, Selasa (17/3).


"Kesehatan karyawan kami adalah prioritas kami. Itulah sebabnya kami mengambil keputusan untuk menangguhkan produksi di kedua fasilitas ini dalam menghadapi pandemi corona yang sedang berlangsung," kata Kepala Yamaha Motor Eropa Eric de Seynes.

Selain itu, Dirtbike melaporkan produksi PIERER Mobility Group yang membawahi merek KTM, Husqvarna, dan GazGaz juga menangguhkan produksi di pabrik Austria mulai 30 Maret sampai 10 April 2020.

Perusahaan 'merumahkan' pegawai sebagai langkah pencegahan penularan corona di lingkungan pabrik. Tapi di sisi lain, ada kabar langkah itu diambil karena gangguan pasokan suku cadang sepeda motor.

[Gambas:Video CNN]

Suku cadang pembuatan motor dikatakan biasa diperoleh dari negara-negara terdampak corona misalnya China dan Italia.

Selain itu Ducati dan Moto Morini juga menangguhkan aktivitas produksi sementara. Langkah produsen ini merupakan tindak lanjut 'penguncian' kota yang diumumkan pemerintah Italia pada 9 Maret.

Ducati mengkonfirmasi penutupan fasilitas produksi Borgo Panigale. Perusahaan berencana memulai kembali produksi secara bertahap ketika situasi memungkinkan, demikian mengutip RideApart.

Italia diketahui menjadi negara kedua dengan korban meninggal terbanyak akibat corona setelah China. Jumlah kasus di Italia mencapai 24.747 orang, sementara yang meninggal sebanyak 1.809 orang per Senin (16/3). (ryh/mik)