Penelitian yang dipimpin oleh Astrofisikawan Enmanuelle Mossoux dari Universitas Liege mengatakan selama beberapa tahun terakhir sinar X-ray Sgr A* dinilai semakin agresif.
Mossoux mengatakan tingkat kecerahan lubang hitam Sgr A* naik tiga kali lipat sejak 31 Agustus 2014. Mossoux dan tim mendeteksi total 121 suar (salah satu bentuk piroteknik yang menghasilkan cahaya yang sangat terang).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, jarak lubang hitam Sgr A* dinilai cukup jauh dari bumi yaitu berjarak 26.000 tahun cahaya.
[Gambas:Video CNN]
"Sejak 2014, aktivitas Sgr A* meningkat dalam beberapa panjang gelombang. Data multiwavelength tambahan diperlukan untuk mendapatkan petunjuk tentang sumber aktivitas yang belum terjadi sebelumnya dari lubang hitam supermasif ini," kata Mossoux.
Sebelumnya, pada April 2019 lalu, Astronom resmi merilis foto pertama lubang hitam. Gambar inti gelap dengan lingkaran gas dan plasma berwarna oranye-api menunjukkan lubang hitam supermasif 50 juta tahun cahaya di galaksi yang dikenal sebagai M87.
Lubang hitam merupakan 'monster' yang melahap segala sesuatu yang ada di semesta. Lubang hitam selama ini dikaburkan oleh perisai gravitasi yang tidak dapat ditembus.
Lubang hitam itu memiliki massa empat juta kali lebih berat ketimbang matahari, yang berarti lubang hitam memiliki diameter 44 juta kilometer.