Data yang besar tersebut diolah untuk fungsi pemetaan (mapping system) guna menuntaskan masalah lalu lintas seperti kemacetan.
Adapun 5 sistem mapping big data milik Grab, sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Menemukan Rute Terbaik: Dengan menangkap data perjalanan mitra pengemudi, Grab dapat menemukan berbagai jalur baru yang dilewati oleh mitra pengemudi. Semua data perjalanan tersebut dikumpulkan sehingga Grab bisa memperkirakan jarak dan jalan yang akan ditempuh pengguna ke suatu tempat dengan memberikan rekomendasi rute terbaik. Selain perjalanan lebih efisien, kami juga dapat memberikan harga terbaik bagi pelanggan dan mitra pengemudi.
- Memberikan Saran Perjalanan Otomatis sesuai Pola Pengguna: Dengan big data, rekomendasi tujuan dapat muncul berdasarkan pola kebiasan pelanggan. Ketika pelanggan ingin memesan layanan Grab, aplikasi akan memberikan "Saran Perjalanan" yang biasanya dituju. Misalnya, di sore hari akan muncul pilihan perjalanan dari kantor menuju ke rumah pelanggan yang bisa dipilih dengan cepat untuk menuju destinasi pilihan mereka.
- Memudahkan dan Menertibkan Proses Penjemputan: Titik penjemputan juga menjadi poin penting dalam layanan Grab. Untuk mempermudah titik temu pengguna dan mitra pengemudi ataupun mitra GrabFood yang mencari restoran, Grab telah menambahkan lebih dari 10 juta Point of Interest (POI) di Indonesia dan hampir 20 juta POI di Asia Tenggara.
- Menuju titik jemput dengan mudah: Grab telah menghadirkan fitur Venues bagi pelanggan untuk memberikan panduan visual dalam aplikasi untuk menuju titik jemput yang dipilih. Hal ini dimungkinkan dengan pengembangan pemetaan dan kebiasaan dari mitra dan pengguna untuk bertemu. Hingga hari ini, sudah ada lebih dari 2.500 venues di aplikasi Grab.
(fef)