CEO Qlue, Rama Raditya, menjelaskan Qlue menambahkan tiga kategori baru di dalam aplikasi Qlue sehingga masyarakat dapat melaporkan berbagai hal terkait virus corona.
Laporan dari masyarakat akan divisualisasikan dalam bentuk peta yang dapat diakses oleh publik di dashboard https://indonesiabergerak.com/laporan-warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan partisipasi dari Qlue dan startup anak bangsa lainnya membantu BNPB dalam memberikan pemahaman dan informasi yang cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.
Doni mengatakan partisipasi masyarakat dalam melaporkan suspect corona, kerumunan masyarakat yang dapat berpotensi menyebarkan virus corona, hingga data rumah sakit yang penuh dibutuhkan BNPB sebagai data untuk analisis. Analisis ini akan menentukan langkah selanjutnya dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
"Inisiatif startup karya anak bangsa ini akan membantu BNPB membuat kebijakan strategis dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kolaborasi BNPB bersama Qlue ini telah kami rintis sejak 2017 lalu untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana di seluruh Indonesia," kata Doni.
Managing Partner MDI Ventures, Kenneth Li mengatakan dalam waktu singkat akan mempersiapkan Qlue dan startup lainnya di bawah MDI Ventures untuk berkolaborasi menyiapkan sebuah platform yang dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan perkembangan informasi secara real time.
Platform juga membuat masyarakat bisa berpartisipasi dalam melaporkan perkembangan virus corona di lingkungannya.
"Dengan menggabungkan inovasi teknologi dari Qlue, Kata.ai, Qiscus, dan Volantis, masyarakat Indonesia bisa bergerak dengan melaporkan berbagai isu terkait Covid-19 melalui aplikasi QlueApp atau memantau potensi wilayah pandemi Covid-19 melalui platform https://Indonesiabergerak.com," kata Kenneth. (jnp/mik)