Edukasi & Fitur

Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 99 Unit per 1.000 Orang

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 17:34 WIB
Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia 99 Unit per 1.000 Orang Rasio kepemilikan mobil di Indonesia telah meningkat menjadi 99 unit per 1.000 orang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rasio antara kepemilikan mobil dengan jumlah penduduk Indonesia sejumlah 270 juta orang dilaporkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meningkat menjadi 99 unit per 1.000 orang pada 2019.

Angka itu naik dari data sebelumnya, yaitu pada 2017, dengan rasio kepemilikan mobil 87 unit per 1.000 orang. Pada 2017 diasumsikan jumlah penduduk di Indonesia 265 juta orang.

Peningkatan rasio kepemilikan mobil disebut Gaikindo sebab selama lebih tiga tahun Indonesia selalu menjual di atas 1 juta unit per tahun. Pada 2017 penjualan mobil 1.077.364 unit, pada 2018 sebesar 1.151.308 unit, dan pada 2019 mencapai 1.030.126 unit.


Rasio kepemilikan mobil di Indonesia memang mengalami peningkatan, namun masih terbilang rendah ketimbang negara lain di kawasan Asia Tenggara. Brunei Darussalam merupakan negara yang warganya paling banyak memiliki mobil, yakni 805 unit per 1.000 orang, kemudian diikuti Malaysia 490 unit, dan Thailand 275 unit.

[Gambas:Video CNN]

Indonesia merupakan negara yang paling banyak menjual mobil di Asia Tenggara. Pada 2019 Thailand menjual 1.007.552 unit, Malaysia 604.287 unit, Filipina 369.941 unit, Vietnam 322.322 unit, Singapura 90.429 unit, dan Brunei Darussalam 11.909 unit.

Kendati tertinggi jualan mobil, rasio kepemilikannya rendah sebab penduduk Indonesia berlipat kali lebih banyak ketimbang negara tetangga.

Meski demikian, rasio kepemilikan mobil yang rendah juga dipandang positif sebab potensial untuk ditingkatkan mengingat masih banyak penduduk yang belum memiliki mobil. Potensi itu disebut bisa menggiring investor baru untuk menanamkan modal di dalam negeri buat mengembangkan penjualan mobil.

"Buat produsen berarti itu potensial. Kita tidak bisa melihat Indonesia saja, Malaysia di atas 400, kemudian Thailand sudah 275 sementara penduduknya di sana kan 70 juta orang, di Malaysia 28 juta orang. Kita 270-an juta orang, kalau kita terus GDP (Gross Domestic Product) naik makin banyak orang membeli mobil," ucap Kukuh Kumara, Sekretaris Gaikindo kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/3).

Berdasarkan data Gaikindo, pada 2019 investasi terbaru dari pihak asing di sektor industri otomotif mencapai US$366 juta (kurs Rp16.625, sekitar Rp6 triliun) sedangkan domestik Rp93 miliar. (fea)