Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil 2020 Imbas Corona

fea, CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 08:16 WIB
Pada tahun ini Gaikindo menargetkan Indonesia bisa menjual 1 juta unit mobil untuk melanjutkan tren yang dimulai sejak 2012. Ilustrasi penjualan mobil 2020.(Dok. Honda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bakal merevisi target penjualan mobil pada 2020 menanggapi efek yang ditimbulkan wabah virus corona (Covid-19) di dalam negeri. Gaikindo sebut akan mengkaji situasi dan mengumumkan hasil revisi usai situasi kondusif.

"Pasti kita akan melakukan revisi karena ini dampaknya akan cukup besar," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (24/3).

Gaikindo yang beranggotakan 47 perusahaan otomotif besar di Tanah Air pernah menyatakan target pada tahun ini sebesar 1,05 juta unit atau naik sedikit dari hasil 2019 sebanyak 1,03 juta unit.


Bila target pada 2020 terpenuhi maka Indonesia melanjutkan tren selalu menjual 1 juta unit saban tahun sejak 2012. Saat ini Indonesia merupakan negara yang paling banyak menjual mobil baru ketimbang Thailand, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Namun ada kemungkinan tren itu putus pada tahun ini mengingat penjualan mobil sudah terpukul sejak awal tahun. Pada Januari penjualan mobil tercatat 80.424 unit dan Februari 79.572 unit, kedua angka itu lebih rendah ketimbang periode sama 2019, yakni 82.155 unit dan 81.809 unit.

Nangoi belum bisa memastikan seberapa besar efek negatif yang ditimbulkan Covid-19 ke penjualan mobil pada Maret dan sepanjang tahun. Meski begitu dia mengingatkan kebijakan pemerintah yang mengimbau masyarakat kerja dan sekolah di rumah, mengetatkan izin keramaian, dan sebagainya bakal membuat penjualan mobil turun.

"Ini kami akan melakukan review kalau kondisinya sudah mereda. Kita akan duduk lagi sama-sama, kita lihat semuanya dan akan kita review lagi. Nanti setelah akhir Maret akan kami kumpulkan," kata Nangoi.

Nangoi sebelumnya menyatakan pasrah bila harus menerima risiko buruk efek Covid-19, yaitu penjualan mobil turun drastis. Menurut dia siap tidak siap para anggota harus menerima dan hal tersebut dikatakan risiko bisnis masing-masing merek mengingat Covid-19 merupakan masalah global. (fea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK