Menurut Direktur Beijing Aeonmed, Li Kai, saat ini banyak negara yang memesan ventilator buatan pabriknya. Ia mengatakan mesin-mesin pembuat ventilator beroperasi tanpa henti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Kota New York, Andrew Cuomo menyebut pihaknya membutuhkan 30 ribu ventilator. Secara keseluruhan, menurut data Society of Critical Care Medicine AS, sekitar 960 ribu pasien Covid-19 membutuhkan ventilator, namun di AS hanya tersedia 200 ribu unit ventilator.
Beijing Aeonmed Co bukan satu-satunya perusahaan yang berlomba melawan waktu memproduksi ventilator. Vedeng.com yang merupakan salah satu platform utama China penghubung pemasok dan pembeli peralatan medis mengatakan banyak pabrik medis di China yang menerima pesanan ventilator sampai 70 mesin setiap harinya.
"Semua pabrik ventilator di China telah mencapai kapasitas maksimumnya, permintaan itu datang dari pihak asing," kata Direktur Vedeng.com, Wu Chuanpu.
Banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan ventilator karena kadar oksigen darah mereka turun drastis, kondisi ini disebut sebagai hiposekmia.
[Gambas:Video CNN]
Perusahaan pembuat mobil yang dimaksud Trump ialah Ford Motor Co, General Motors Co, dan Tesla Inc.
Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China mengatakan melalui situs resminya bahwa awal bulan Maret, perusahaan-perusahaan ventilator di China telah mengirimkan sekitar 14.000 ventilator non-invasif dan 2.900 invasif ke Kota Hubei, China.
"Epidemi corona bukan hanya masalah satu negara, pertarungan global melawan pandemi adalah ujian kecepatan dan kualitas buatan China," pungkas Kai. (din/fea)