Analisis

Asa Influencer di Tengah Lambatnya Pusat Tangkal Corona RI

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 09:44 WIB
Asa Influencer di Tengah Lambatnya Pusat Tangkal Corona RI Ilustrasi influencer tangkal covid-19. (AFP PHOTO / JUAN MABROMATA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 d bawah komando Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo mengumpulkan sejumlah influencer untuk terlibat bersama pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona di Tanah Air. Para influencer itu diklaim tidak dibayar dan bersifat sukarela.

Serangkaian hal yang rencananya akan dilakukan oleh para influencer di antaranya menangkal hoaks hingga mengkampanyekan untuk menjaga jarak hingga berada di rumah sebagai langkah mencegah penyebaran Covid-19.

Analis media sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengatakan pelibatan influencer oleh pemerintah merupakan langkah untuk menyebarkan informasi lebih luas ke masyarakat. Sebab, dia mengatakan zaman digital tidak hanya mengandalkan media untuk menyebarkan informasi.


"Intinya, kita perlu menyebarkan informasi yang benar sebanyak-banyaknya ke masyarakat. Selain lewat media, di zaman digital seperti saat ini tentunya lewat teman-teman yang punya banyak pengikut, ya tentu para influencer ini," ujar Ismail kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).

Ismail menuturkan influencer yang memiliki banyak pengikut secara otomatis akan memperluas jangkauan informasi. Sehingga, dia berkata secara umum masalah komunikasi pemerintah saat Covid-19 ditemukan di Indonesia bisa diperbaiki lewat pelibatan influencer. 


Lebih lanjut, Ismail berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan influencer untuk melawan Covid-19. Walau dinilai terlambat dan ada masalah soal komunikasi di awal, Ismail menegaskan pemerintah perlu memiliki strategi komunikasi yang komprehensif untuk mengoptimalkan pemberian informasi kepada publik. 

"Jadi influencer cuma satu cara saja dan bagaimana metodenya atau apakah itu efektif atau tidak, itu nanti baru kita bisa nilai setelah ini berjalan. Tapi sebagai sebuah usaha, kita perlu apresiasi," ujarnya.

"Harus diakui ada masalah soal komunikasi, sekarang move on bagaimana mau menangani ini ke depan. Kalau tidak, risikonya besar sekali. Masyarakat perlu dukung pemerintah, sebaliknya pemerintah harus kasih informasi yang akurat dan mudah dicerna," ujarnya.

Di sisi lain, Ismail mengingatkan kepada influencer untuk mengesampingkan bayaran di tengah situasi saat ini. Dukungan influencer, kata dia merupakan tanggungjawab moral. Dengan banyak pengikut, influencer memiliki tanggungjawab lebih banyak untuk memberi informasi yang benar.

[Gambas:Video CNN]

Dia mengatakan membantu melawan Covid-19 bukan merupakan sesuatu yang komersial. Jika menolak membantu, dia menyarankan untuk mengikuti imbauan dari pemerintah agar tidak memperparah situasi.

"Dikesampingkan dulu urusan dibayar atau tidak, dikompensasi atau tidak. Ini tanggungjawab moral bersama untuk menyebarkan informasi yang benar dan akurat," ujar Ismail.

Ismail menambahkan komunikasi pemerintah dalam menyebarkan informasi berangsur membaik dibandingkan awal yang terlihat ada kepanikan dan kurang koordinasi. Dia berkata publik saat ini sudah mulai memahami dan mengikuti informasi yang disebarkan pemerintah melalui berbagai cara. 

"Mudah-mudahan sejak saat ini ke depan berjalan dengan tepat dan penuh dengan koordinasi, tidak ada yang menganggap remeh, semua mengikuti instruksi yang diberikan. Ini masalah bukan satu dua orang," ujarnya.


Terpisah, influencer bernama Agam mengaku tidak mempermasalahkan langkah pemerintah melibatkan influencer untuk melawan Covid-19. Bahkan, dia meminta pemerintah mengajak semua pihak untuk memerangi pandemi Covid-19.

"Yang penting pesannya sampai ke masyarakat," ujar Agam yang akrab disapa Bang Koboi kepada CNNIndonesia.com.

Meski tidak menjadi bagian yang diundang BNPB, Agam mengaku sudah melakukan berbagai hal untuk mengedukasi pengikutnya di media sosial. Salah satu hal yang dilakukan adalah mensyaratkan tagar #dirumahaja.

"Saya sih sudah lakukan dengan cara saya sendiri dengan bikin hash tag di rumah saja," ujarnya.

Lebih dari itu, dia menyampaikan pemerintah harus lebih mengoptimalkan langkahnya dalam menyebarkan informasi. Sebab, dia melihat masih banyak berita bohong yang tentang Covid-19 di media sosial.


Terpisah, influencer Reza Mustar alias Komikazer mengaku tidak mengetahui pemerintah melibatkan influencer dalam melawan menyebarkan informasi mengenai Covid-19. Selama ini, dia berkata tidak pernah mendapat intervensi dari pihak-pihak tertentu dalam merespon isu sosial atau politik, kecuali dalam projek komisi.

"(Projek komisi) itu pun saya selalu menghindari dan menolak bila ada unsur politik, kecuali iklan layanan masyarakat atau kampanye dari LSM," ujar Reza kepada CNNIndonesia.com.

Reza mengatakan sejauh ini pemerintah belum optimal dalam menyebarkan informasi. Sebab, dia mengaku jarang mendapat informasi secara langsung dari akun pemerintah.

"Beberapa informasi yang saya dapatkan lebih banyak dari inisiatif publik atau organisasi masyarakat," ujarnya.

Lebih dari itu, Reza mengaku akan ikut serta melawan penyebaran Covid-19 di berbagai media, khususnya media sosial. Namun, dia menegaskan sudah sejak awal memiliki inisiatif membuat karya dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

"Karena sebagai seorang seniman dan memiliki akses penghubung informasi dan suara ke orang banyak menggunakan sosial media, saya memiliki tanggung jawab dalam mewakili mereka," ujar Reza.

(jps/DAL)