Tips Otomotif

Bahan Ampuh Bersihkan Virus Corona di Kabin Mobil

CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 12:30 WIB
Bahan Ampuh Bersihkan Virus Corona di Kabin Mobil Interior kabin mobil. (Dok. Suzuki Indomobil Sales)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cairan disinfektan yang punya kemampuan membasmi bakteri dan virus lagi diburu masyarakat pada masa wabah virus corona (Covid-19) untuk dipakai membersihkan banyak hal, termasuk menyemprot bodi kendaraan sebelum masuk perumahan.

Namun perlu dipahami disinfektan bukan alat terbaik untuk membersihkan kabin mobil. Disinfektan punya berbagai macam kandungan, salah satunya alkohol yang dikhawatirkan malah merusak material interior.


"Ada beberapa bahan atau material di kabin tidak tahan sama cairan itu," kata Dolf saat dihubungi, Sabtu (28/3).


Dolf mengimbau buat pemilik mobil yang mau membersihkan kabin sebab cemas penyebaran Covid-19 bisa menggunakan bahan yang paling melukai virus corona, yaitu sabun.

Kata Dolf usahakan memilih sabun dengan pH balance (rasio asam dan basa) rendah agar tidak melukai material interior seperti plastik, kain, kulit sintetis, dan kulit. Sabun khusus yang dijual di pasaran juga disebut bisa dipakai.

Saat pemakaian sabun, Dolf menjelaskan jangan terlalu basah buat membersihkan interior. Dia bilang permukaan cukup diseka, kemudian dilap memakai lap kering bersih berbahan microfiber.

"Sebaiknya seka dengan sabun lalu dibersihkan dengan kain bersih," kata Dolf saat dihubungi, Sabtu (28/3).


[Gambas:Video CNN]

Interior yang harus lebih diperhatikan saat membersihkan yaitu bagian yang sering kena kontak dengan penumpang seperti setir, jok, dasbor, pembuka pintu, tuas transmisi, rem parkir, dan head unit.

Dolf tidak menyarankan melakukan fogging atau mengasapi kabin sebab disebut aktivitas itu berfungsi menetralkan bau dan membunuh bakteri.

"Fogging buat basmi virus seperti itu ya belum ada pembuktian," kata dia.

Bahan Ampuh Bersihkan Virus Corona di Kabin MobilCuci tangan pakai sabun dan air mengalir merupakan cara sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit termasuk penyakit virus corona (COVID-19). CNN Indonesia/Timothy Loen
(ryh/fea)