4 Aplikasi Video Conference yang Irit dan Boros Data

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 10:05 WIB
Beberapa aplikasi konferensi video atau video call saat ini tengah digunakan secara masif imba kebijakan kerja dari rumah atau WFH imbas corona. Ilustrasi WFH kala Corona. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa aplikasi video call atau konferensi video saat ini tengah digunakan secara masif oleh banyak institusi untuk mendukung kegiatan belajar dan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) saat pandemi virus corona (Covid-19) berlangsung.

Supaya kegiatan konferensi video tetap lancar tanpa lag, penting bagi Anda untuk memilih aplikasi dengan kebutuhan bandwidth yang rendah serta memiliki koneksi internet yang stabil.

Bandwidth yang kecil biasanya membutuhkan data yang kecil juga, sehingga pengguna bisa menghemat konsumsi data yang digunakan untuk telekonferensi. Sementara aplikasi dengan kebutuhan bandwidth yang besar umumnya menawarkan kualitas video yang lebih baik.


Menurut data internal salah satu operator telekomunikasi, Tri Indonesia yang diterima CNNIndonesia.com, Zoom menempati posisi pertama konsumsi data paling irit yaitu 700kbps dibanding Skype, Hangouts, dan Webex.

Hasil pengujian internal Tri itu menggunakan perangkat yang sama dalam telekonferensi selama 30 menit dengan lima partisipan. Jika ditelusuri lebih lanjut, aplikasi Zoom memang memerlukan kecepatan internet antara 600kbps sampai 1.8Mbps.

Misal pengguna menggunakan aplikasi Zoom dengan kualitas panggilan 720p yang berlangsung selama satu jam, konsumsi data yang digunakan mencapai 540MB, seperti dikutip Whistle Out.

Sementara di posisi kedua, ada aplikasi Skype kebutuhan bandwidth-nya 977kbps.

Sebagai perbandingan data, menurut laman resmi Skype, ada daftar kebutuhan bandwidth dengan kebutuhan yang berbeda-beda:

1. Fitur Calling (panggilan biasa): kebutuhan minimum 30kbps dan rekomendasi unduhan 100kbps.
2. Video Calling (panggilan video): kebutuhan minimum 128kbps dan rekomendasi unduhan 300kbps.
3. Video Calling (kualitas tinggi): kebutuhan minimum 400kbps dan rekomendasi unduhan 500kbps.
4. Video Calling (HD): kebutuhan minimum 1.2Mbps dan rekomendasi unduhan 1.5Mbps.
5. Group Video (panggilan video 3 partisipan): kebutuhan minimum 512kbps/128kbps dan rekomendasi unduhan 2Mbps/512kbps.
6. Group Video (panggilan video 5 partisipan): kebutuhan minimum 2Mbps/128kbps dan rekomendasi unduhan 4Mbps/512kbps.
7. Group Video (lebih dari 7 orang): kebutuhan minimum 4Mbps/128kbps dan rekomendasi unduhan 8Mbps/512kbps.

[Gambas:Video CNN]

Google Hangouts menempati posisi ketiga dengan kebutuhan bandwitdh 1100kbps. Sementara menurut laman resmi Google, kebutuhan bandwidth Hangouts sebagai berikut:

1. Kapasitas minimum bandwidth

- Outbound: 300kbps
- Inbound: 300kbps

2. Bandwith ideal untuk melakukan panggilan video dengan 2 partisipan

- Outbound: 3.2Mbps
- Inbound: 2.6Mbps

3. Bandwith ideal untuk melakukan panggilan video dengan 5 partisipan hingga lebih dari 10 partisipan

- Outbound: 3.2Mbps
- Inbound (5 partisipan): 3.2Mbps
- Inbound (lebih dari 10 partisipan: 4.0Mbps


Di posisi terakhir, aplikasi konferensi video Webex yang dikembangkan oleh Cisco menghabiskan kebutuhan bandwidth paling besar yakni 1700kbps.

Faktanya, Webex membutuhkan kapasitas bandwitdh besar menurut data dari Information Security. Rinciannya sebagai berikut:

1. Thumbnail view: 64kbps/180kbps.
2. List view: 180kps.
3. Application sharing: 180kbps.
4. Full-screen video dengan thumbnail: 520-640kbps.
5. Full-screen video HD: 1260-1820kbps.

Selain itu Tri Indonesia juga mengungkapkan setelah dua minggu penerapan WFH, peningkatan terhadap empat layanan aplikasi konferensi video ini mencapai 693 persen khususnya pada jam kerja.

"Pasca imbauan dari pemerintah untuk beraktivitas dari rumah, kebutuhan internet di jam kerja meningkat pesat. Di periode yang sulit ini, tim teknis 3 Indonesia terus memonitor jaringan selama 24/jam untuk memastikan koneksi yang stabil," kata Chief Technical Officer 3 Indonesia, Desmond Cheung.

(din/DAL)