Mengenang 'Masa Emas' GM Bersama Chevrolet Spin

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 18:27 WIB
Pada 2013 dan 2014 merupakan titik tertinggi penjualan mobil Chevrolet di Indonesia yang ditopang Spin, pesaing Toyota Avanza dkk. Chevrolet Spin. (Dok. gm.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak industrialisasi otomotif di Indonesia dimulai pada 1920 oleh General Motors (GM), tak ada informasi resmi berapa banyak populasi kendaraan merek di bawah naungan grup asal Amerika Serikat itu di dalam negeri. GM pernah punya cerita sukses di Indonesia, namun belakangan tersisih dari persaingan.

GM merupakan salah satu merek tertua di Tanah Air yang mendirikan pabrik perakitan mobil pertama pada 1920 di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada saat itu selain memasarkan Chevrolet, GM juga menjual banyak merek yaitu Pontiac, Cadillac, dan Buick.


Selama 100 tahun berkarier di Indonesia, GM sudah melewati fase kejayaan, pasang surut, mati suri, sampai melepas status penjual mobil. Situasi sejarah GM di Indonesia bisa dianalogikan dari hasil penjualannya selama satu dekade ke belakang.


Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) rata-rata penjualan GM saban tahun dari 2010 - 2019 sebesar 5.400 unit. GM hanya menjual mobil merek Chevrolet pada periode itu.

Puncak penjualan tertinggi GM terekam pada 2013 dan 2014, yaitu masing-masing sebesar 14.971 unit dan 10.706 unit. Hasil pada 2013 itu menempatkan Chevrolet di posisi 10 merek terlaris di dalam negeri.

Lonjakan penjualan pada 2013 dan 2014 GM didukung Chevrolet Spin, low MPV pesaing Toyota Avanza dkk, yang ditawarkan dengan dua pilihan mesin, bensin dan diesel. Spin diproduksi lokal di pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat namun kemudian dihentikan pada 2015.


Hanya pada dua tahun itu penjualan Chevrolet menembus 10 ribu unit, selebihnya hanya ribuan unit per tahun. Mulai 1 April 2020, GM tak lagi menjual mobil baru di Indonesia.

Keputusan mundur dari persaingan itu didasari pandangan tak ada potensi bisnis menjual mobil baru di Indonesia bagi GM. Selain itu GM juga memandang kurs rupiah yang tertekan US$ jadi faktor memberatkan.

Penjualan Chevrolet 2010-2019
2019 1.836 unit
2018 2.444 unit
2017 3.679 unit
2016 2.013 unit
2015 4.881 unit
2014 10.706 unit
2013 14.971 unit
2012 5.286 unit
2011 4.544 unit
2010 4.475 unit (ryh/fea)