Pangkalan Bulan diperlukan sebagai tempat tinggal astronaut yang bakal melakukan misi di Bulan pada 2024.
Menurut ESA, bahan baku beton yang terbuat dari campuran urine, urea manusia, dan tanah dianggap lebih praktis dan murah daripada mengirim komponen bahan bangunan dari Bumi ke luar angkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan studi tersebut, pangkalan Bulan pun perlu dibangun karena permukaan Bulan jauh lebih keras dari Bumi karena fluktuasi suhu hingga radiasi yang ekstrem.
[Gambas:Video CNN]
Saat menguji penggunaan urea dan urine sebagai plasticizer, tim peneliti menggunakan bahan yang dikembangkan ESA mirip dengan regolith atau material lepas dari permukaan Bulan.
Mereka menguji urea dengan bahan plasticizer guna mengukur seberapa besar berat yang bisa didukung. Mereka pun menguji ketahanan bahan dengan cara memanaskan material pada suhu 80 derajat celsius.
Pengujian dilakukan berulang-ulang. Para peneliti juga mencairkan bahan beton untuk mereplikasi siklus suhu ekstrem yang terjadi di permukaan Bulan.
"Air yang berasal dari urine dapat digunakan untuk campuran beton, tetapi mungkin saja ada komponen lainnya yang juga dapat digunakan untuk membentuk beton mengunakan bahan geopolimer," kata salah satu peneliti dari Universitas Norwegia, Anna-Lena Kjoniksen dikutip dari Space.com.
Artemis 2024 pertama kali diumumkan oleh Wakil Presiden Amerika Mike Pence pada Maret 2019 bahwa administrasi Trump ingin mempercepat ambisi bulan NASA dan meluncurkan misi kru pertama pada 2024 bukan 2028.
Sejauh ini, NASA secara resmi hanya meminta tambahan US$1,6 miliar untuk Artemis, yang digambarkan oleh Bridenstine sebagai 'uang muka' untuk keseluruhan program. Bridenstine juga harus menang atas Demokrat yang sudah skeptis.
NASA juga berencana mengirim perempuan pertama untuk misi ke Bulan itu. Rencana ini diungkap oleh direktur komunikasi NASA Bettina Inclan. (din/mik)