Bisnis Rental Mobil Terpukul Corona dan PP Larangan Mudik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 08:10 WIB
Sejumlah pengusaha rental mobil mengaku bisnisnya terganggung imbas corona. Sebagian besar konsumen membatalkan sewa dan sisanya meminta ditunda. Ilustrasi bisnis sewa mobil. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha bisnis sewa mobil menanggapi pemerintah yang tengah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur mudik lebaran 2020 di tengah kondisi pencegahan corona (Covid-19). PP terkait kebijakan mudik lebaran ini disebut demi kebaikan masyarakat Indonesia.

Pemilik Mutiara Auto Rent, Muzofar Lambar mengatakan bisnis rental mobil pasti terpukul PP mudik lebaran untuk mencegah penyebaran corona. Namun hal tersebut, dikatakan dia menjadi solusi terbaik ketimbang dampak corona menjadi berkepanjangan di Indonesia.

"Dari sisi bisnis terpukul, cuma ya demi kebaikan bersama harus dipatuhi. Kita semua juga harus tertib buat menahan diri kemana-mana dulu," kata Muzofar saat CNNIndonesia.com hubungi, Selasa (31/3).


"Nah sekarang ini mungkin perih satu sampai dua bulan. Cuma kalau tidak ya bisa tidak selesai ini malah semakin parah," ujar Muzofar.

Muzofar berharap wabah corona cepat berakhir. Saat ini pihaknya 'memutar otak' mencari strategi demi pergerakan bisnisnya, yaitu dengan tetap menyesuaikan kebijakan pemerintah.

"Karena di daerah lain ada menggunakan kebijakan daerah seperti karantina wilayah. Kalau karantina lokal masih bisa dilayani (konsumen), cuma diubah syaratnya tidak menyewakan kepada yang sakit. Tapi kalau total (lockdown) ya mau tidak mau berhenti juga," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan masyarakat tidak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada lebaran tahun ini, sebab mereka bisa menimbulkan risiko penularan virus corona ke masyarakat di desa masing-masing.

Bisnis Sewa Mobil Redup Sejak Awal Maret

Penyewaan mobil lain, Agra Rent Car, Hendry menyampaikan bisnis rental mobil kian terpuruk sejak corona meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan, 95 persen konsumennya sudah membatalkan pesanan kendaraan sewa imbas corona.

"Itu yang Januari dan Februari booking untuk sewa Maret dan April. 95 persen itu cancel sekarang," ucap Hendry mengeluh.

Hendry juga mengatakan mobil-mobil yang disewakan sudah tiga pekan tidak melayani konsumen.

"Ya gitu sekarang sama sekali sudah tiga minggu ini. Yang nyewa ada sesekali masuk, dan yang [telah] booking, cancel semua," ucap Hendry.

Hal itu dibenarkan Muzofar. Muzofar mengatakan dari 40 pesanan sewa mobil, sebagian besar dibatalkan dan sisanya meminta ditunda. Terkait pendapatan, Muzofar bilang sudah menyusut sebanyak 80 persen imbas wabah corona.

"Ya maka itu ya berantakan semua, yang buat travel batal dan lain lain juga," tutup Muzofar yang enggan merinci kebutuhan sewa mobil per hari dari perusahaannya. (ryh/mik)