Pabrikan Mobil AS GM Diharapkan Jualan Mobil Lagi di RI

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 10:06 WIB
GM Indonesia diharapkan tetap konsisten melayani purna jual dan tidak mengendurkan kualitas. Barisan mobil Chevrolet di ajang Chevrolet United Carnival di Jakarta, Sabtu (23/5). (Deddy S CNNIndonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para konsumen berharap General Motors (GM) tidak 'melupakan tugasnya' berkomitmen melayani layanan aftersales (purna jual) setelah berhenti melakukan penjualan mobil baru. GM telah resmi berubah dari importir dan distributor mobil baru menjadi pebisnis purna jual per 1 April 2020.

"Untuk ke depan kami berharap agar kita tetap tidak khawatir untuk perawatan kendaraan, karena GM Indonesia tetap ada dalam bentuk aftersales service," kata Anggota Captiva Chevy Club Budi Harnata saat dihubungi, Selasa (31/3).

Selain tetap menyediakan bengkel-bengkel Chevrolet, konsumen juga berharap standar pelayanan tetap sama.


"Jangan sampai ada perubahan kualitas pelayanan, malah kalau bisa justru lebih baik dong," ucap Budi.

Penasehat Chevrolet Spin Indonesia, Ian Ananta, menuturkan hal yang sama. Keinginannya tidak ingin pengguna Chevrolet di Indonesia kesulitan mencari suku cadang dan merawat kendaraannya.

"Karena sekarang ini dealer Chevrolet banyak yang berubah ke merek lain. Jadi ya minimal bekerjasama dengan klub membuat bengkel authorized di bawah binaan GM Indonesia," kata Ian.

Sementara itu Budi berharap hubungan serta kerjasama antara GM Indonesia dengan komunitas tak berkurang dan terus terjalin.

"Kami saat ini masih menjalin relasi dengan baik bersama aftersales GMI. Semoga ke depan bisa kerja sama yang lebih baik dan win win bagi kita semua," kata Budi.

[Gambas:Video CNN]

Director Communications & External Affairs GM Indonesia Yuniadi Haksono Hartono mengatakan pihaknya memastikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen bakalan tidak berubah.

Yuniadi menjelaskan GM Indonesia bertanggungjawab penuh pada semua pengguna Chevrolet.

"Yang masih garansi saja kami tanggung juga kok. Tidak berubah. Yang berubah cuma kini tidak ada model baru," kata Yuniadi.

Yuniadi menambahkan pihaknya bakal terus menggandeng komunitas dan menjalin kerjasama secara intens dengan pengguna Chevrolet.

"Ya mereka konsumen. Jadi tidak bicara seberapa besar, tapi dari sisi mereka sebagai mitra ya tetap jalan terus. Dan artinya gini, jadi ini malah krusial. Siapa lagi yang beli suku cadang kami kalau bukan mereka," kata Yuniadi.

Yuniadi menjelaskan keputusan GM Indonesia menghentikan penjualan mobil baru sudah bulat. Dia juga mengatakan katakan tidak ada rencana pihaknya bakal melakukan penjualan mobil baru lagi.

Meski begitu masih ada konsumen yang berharap GM Indonesia kembali menjual mobil-mobil Chevrolet lagi suatu saat nanti.

"Kami sih berharap mereka kembali (jualan)," kata Ian.

Budi juga menambahkan harapannya ke depan Chevrolet kembali bersinar di pasar otomotif Indonesia.

"Ya harapannya bisa kembali ke pasar otomotif Indonesia," kata Budi.

Keputusan GM berhenti jualan mobil di Indonesia pertama diumumkan pada 28 Oktober 2019 dan berlaku 1 April 2020. GM mengakui mereka kalah bersaing sehingga keputusan tersebut diambil.

GM bakal tetap fokus pada bisnis perawatan kendaraan Chevrolet dan suku cadang di Indonesia meski tidak lagi jualan mobil baru. (ryh/fea)