Lawan Corona, Pabrik Motor di RI Siap Produksi Ventilator

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 19:57 WIB
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunggu gambaran dari pemerintah terkait produksi ventilator guna membantu pasien corona. Situasi Produksi Motor di Astra Honda Motor, Karawang, Jawa barat, Kamis (11/12). (Noor Aspasia Hasibuan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunggu arahan pemerintah terkait wacana produsen otomotif lokal memproduksi alat medis ventilator guna membantu penanganan pasien Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan pihaknya yang membawahi lima merek motor Tanah Air ini sebelumnya sudah diminta memproduksi ventilator. Namun penjelasan lebih rinci soal teknis disebut belum diberikan pemerintah.


Kata Sigit produsen motor butuh gambaran detail melakukan produksi massal ventilator.


"Ya industri butuh drawing, kami saja belum dapat," kata Sigit lewat telepon belum lama ini.

Wacana produsen otomotif memproduksi ventilator telah diungkapkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19.

Negara seperti Amerika dan Inggris sudah mengerahkan kemampuan produksi otomotif lokal untuk membantu memproduksi ventilator yang kini sangat dibutuhkan namun suplainya terbatas.

Sigit menekankan para anggotanya, yakni Yamaha, Honda, TVS, Suzuki, dan Kawasaki menyanggupi memproduksi ventilator.

"Ya mau tidak mau harus siap untuk kebaikan masyarakat," kata Sigit.


Pabrik Motor di Indonesia Siap Produksi VentilatorIlustrasi Ventilator. (iStockphoto/ugurhan)
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebelumnya sudah mengemukakan pendapatnya mengenai ventilator. Asosiasi dengan 48 anggota pebisnis industri roda empat ini meminta pemerintah menyediakan rekanan kompeten untuk memproduksi ventilator.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi memaparkan rekanan itu diharapkan berasal dari produsen alat kesehatan. Produsen itu nanti dapat menjabarkan blueprint terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, dan memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini agar dapat digunakan memproduksi ventilator.

"Kemudian partner yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, nah kami hanya membantu menjahitkan," kata Nangoi. (ryh/fea)