Saran LIPI Agar Arak Bali Aman Jadi Hand Sanitizer

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 14:50 WIB
Saran LIPI Agar Arak Bali Aman Jadi Hand Sanitizer Hand sanitizer dari arak bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merespons pemanfaatan minuman tradisional Arak Bali dijadikan bahan untuk membuat hand sanitizer dan disinfektan demi melindungi diri dari wabah virus corona Covid-19.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Yenny Meliana, alkohol yang dapat dijadikan produk hand sanitizer atau disinfektan mesti mencapai kandungan minimal 70 persen.

Biasanya merek minuman keras atau arak yang dijual di pasaran kandungannya hanya sampai 40 persen.


"Jika kandungan alkohol (yang berasal dari Arak Bali) dalam formulasi akhir produk hand sanitizer atau disinfektan minimum 70 persen, ini bisa berfungsi sebagai antiseptik," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada pekan lalu.


Oleh karena itu, untuk meningkatkan kandungan alkohol menjadi 70 persen, mesti melalui proses destilasi atau dimurnikan.

"Minuman keras atau arak, biasanya kandungan alkoholnya tidak sampai hingga 70 persen. Paling tinggi mungkin sekitar 40an persen," jelas Yenny.

"Jadi sebelum dibuat handsanitizer sebaiknya didestilasi atau dimurnikan lagi hingga kadarnya di atas 70 persen, baru kemudian diformulasi. Jika kandungan alkohol dalam produk akhirnya minimum 70 persen, bisa berfungsi sebagai antiseptik tadi," sambungnya.

Proses destilasi atau penyulingan sendiri merupakan suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan. Dalam penyulingan, campuran zat didihkan sehingga menguap dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.

[Gambas:Video CNN]

Dekan Fakultas MIPA Universitas Udayana (Unud), Ni Luh Watiniasih mengatakan proses pembuatan olahan bio hand sanitizer berbahan 4.000 liter Arak Bali dilakukan di Laboratorium Farmasi Unud sejak 30 Maret 2020.

Proses pemurnian dibantu oleh Tim Kimia, Biologi, Radioaktif & Nuklir Detasemen Gegana Brimob Polda Bali. Sementara itu formulasi membuat bio hand sanitizer dikoordinasikan oleh Prodi Farmasi Fakultas MIPA Unud.

"Produksi bio hand sanitizer ini sedang dalam proses pengemasan. Sedangkan penyalurannya kepada masyarakat diserahkan ke Polda Bali. Untuk disinfektan, sudah dilakukan penyemprotan di beberapa lokasi," ujar Watiniasih.

Produk hand sanitizer berbahan Arak Bali ini diberi nama "UCare Bio Hand Sanitizer". Lebih lanjut kata Swastini, mereka menargetkan bisa menghasilkan 10.000 liter bio hand sanitizer.

"Yang membuat lama adalah proses distilasinya. Maksimal dengan alat yang kita punya, kita bisa distilasi 20 liter minuman beralkohol untuk 200 liter hand sanitizer. Tadi ada bantuan lagi 30 liter minuman beralkohol, jadi hari ini (kemarin) kemungkinan kita bisa produksi 500 liter hand sanitizer," pungkasnya.

(din/DAL)