BAT selaku pembuat rokok merek Lucky Strike dan Dunhill dikabarkan telah mengubah fokusnya untuk memerangi pandemi global Covid-19. BAT menggunakan pengumuman tersebut untuk menyuarakan citra positif dari perusahaan tembakau dan mengatakan bahwa teknologi pabrik tembakau yang tumbuh cepat menempatkannya di depan orang lain yang mencoba mengembangkan vaksin.
"Jika pengujian berjalan dengan baik, BAT berharap bahwa dengan mitra yang tepat dan dukungan dari lembaga pemerintah, antara 1 juta dan 3 juta dosis vaksin dapat diproduksi per minggu, mulai Juni," kata BAT melansir The Guardian, Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Membuat vaksin dengan teknologi perusahaan tembakau berpotensi lebih aman [daripada teknologi vaksin konvensional], mengingat bahwa pabrik tembakau tidak dapat menginangi patogen yang menyebabkan penyakit manusia," ujar BAT.
[Gambas:Video CNN]
Direktur penelitian ilmiah di BAT, David O'Reilly mengatakan pengembangan vaksin adalah pekerjaan yang menantang dan kompleks. "Tetapi kami percaya telah membuat terobosan signifikan dengan platform teknologi pabrik tembakau dan siap untuk bekerja dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk membantu memenangkan perang melawan Covid-19," ujar O'Reilly.
Melansir CNN, BAT mengatakan bahwa vaksin potensial saat ini sedang diuji pada hewan dan sedang ditawarkan kepada mitra dan lembaga pemerintah agar bisa dibawa ke studi klinis. Jika uji klinis berlanjut, perusahaan berharap bisa memproduksi hingga 3 juta dosis vaksin per minggu mulai Juni.
Untuk menghasilkan vaksin potensial, Kentucky BioProcessing mengkloning sebagian dari urutan genetik Covid-19 dan menyuntikkannya ke dalam tanaman, yang mengembangkan antigen potensial, suatu zat yang menginduksi respons kekebalan dalam tubuh dan diperlukan untuk melawan virus. Pengembangan itu sekarang sedang diuji pada tikus. (jps/mik)