Tips Otomotif

5 Perawatan Mobil di Rumah yang Tak Terpakai Kala WFH

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 12:58 WIB
5 Perawatan Mobil di Rumah yang Tak Terpakai Kala WFH Ilustrasi merawat mobil yang jarang terpakai di saat anjuran melakukan work form home. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendaraan menjadi 'korban' penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) imbas penyebaran corona (Covid-19). WFH menyebabkan mobil dan motor jadi jarang terpakai yang biasanya digunakan rumah-kantor-rumah mulai Senin sampai Jumat.

Ada cara agar kendaraan pribadi tetap prima meski jarang terpakai berminggu-minggu. Kegiatan ini tak susah dan perlu ilmu khusus dalam perawatan kendaraan di rumah.

Kita bisa melalukan perawatan ringan dengan modal peralatan perbengkelan seadanya, setidaknya untuk memastikan performa mobil yang kini lebih banyak diam di garasi tidak menurun. Berikut ulasannya.


Menyalakan mesin

Mesin mobil harus tetap dinyalakan meski jarang dipakai. Ini untuk menjaga sirkulasi pelumas pada ruang mesin tetap lancar, sekaligus pengisian baterai.

Untuk diingat, memanaskan mobil tidak perlu setiap hari. Aktivitas ini disarankan rutin dilakukan dua sampai tiga kali per satu minggu dengan waktu ideal 30 detik sampai satu menit.

Periksa baterai penyimpan daya listrik

Selain memanaskan mesin mobil, kita bisa memeriksa aki untuk mencegah gangguan pada sistem kelistrikan mobil.

Caranya mudah. Pada aki basah terdapat batas upper dan lower sebagai informasi jika aki kekurangan cairan atau tidak. Jika cairan di bawah kondisi normal, segera lakukan penambahan cairan khusus aki untuk menjaga performanya.

Sedangkan aki kering, batas upper dan lower tidak lagi dibutuhkan karena air aki berbentuk gel dan sudah diisi langsung oleh pabrikan. Rata-rata aki kering menggunakan separator berbentuk kapas untuk mengantisipasi kebocoran.

Jadi, tidak perlu dilakukan penambahan cairan pada aki kering, cukup dipakai sampai batas waktu yang ditentukan lalu lakukan penggantian.

[Gambas:Video CNN]

Cek cairan radiator

Radiator berperan penting untuk menjaga suhu mesin tetap pada kondisi yang normal. Untuk itu ketersediaan cairan harus dipastikan agar komponen tersebut bekerja optimal.

Perlu dipahami setiap mobil punya masa penggantian air radiator berbeda, tetapi umumnya penggantian air radiator dilakukan tiap 20 ribu km.

Tapi lebih baik lakukan pengecekan sebelum jatuh tempo karena bisa saja air radiator sudah mulai berkurang sebelum waktunya. Untuk mengisinya upayakan menggunakan cairan khusus radiator.

Perlu dipahami jika ingin melakukan pengecekan air radiator dan membuka penutupnya jangan dilakukan saat mesin masih panas sebab cairan yang ada di dalamnya bisa menyembur dan bikin cedera.

Ganti oli

Perawatan lain yang bisa dilakukan ganti oli jika sudah masa penggantian. Langkah pertama angkat mobil menggunakan dongkrak agar kita lebih mudah masuk ke kolong mobil.

Setelah itu, lepas baut pengurasan dan kuras oli lama sampai habis. Lalu, tutup kembali lubang pengurasan sampai rapat dan tuangkan pelumas baru.

Cuci mobil

Sebelum diparkir dengan waktu yang lama kala WFH, ada baiknya kita mencuci mobil terlebih dahulu. Kita dapat mencuci mobil di rumah dan memastikan setiap sudut kendaraan bebas kotoran, terlebih ada virus yang menempel.

Membersihkan mobil jangan cuma terpaku pada eksterior, bersihkan secara menyeluruh mulai kabin sampai ke ruang mesin. Tujuannya agar interior bebas bakteri dan bau, serta menghilangkan bekas oli yang menempel pada ruang mesin.

Biar mobil tetap bersih dan kinclong, kita dapat mencucinya sendiri di rumah paling tidak satu minggu sekali, demikian mengutip Seva, Sabtu (4/4). (ryh/mik)