Tips Aman Rapat Online Kala WFH di Tengah Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 11/04/2020 19:55 WIB
Serangan siber kala rapat online karena WFH imbas corona yang bisa mencuri data pribadi juga meningkat di aplikasi rapat online. Ilustrasi rapat online. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggunaan aplikasi konferensi rapat online seperti Zoom, Google Hangout, hingga Skype melonjak tajam akibat wabah virus corona (SARS-CoV-2) yang membuat kebijakan sekolah dan kerja dari rumah atau Work From Home/WFH.

Lonjakan penggunaan membuat risiko serangan siber juga semakin meningkat di aplikasi rapat online. Serangan siber ini berkaitan dengan privasi dan keamanan data pribadi pengguna.

"Dengan banyak negara saat ini menghadapi situasi lockdown yang berbeda-beda, perusahaan telah menemukan cara untuk menggunakan teknologi demi menjaga kelangsungan bisnis mereka. Dari pertemuan tatap muka, kini kita telah menyaksikan sebuah perubahan dengan maraknya konferensi video," kata General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong dalam keterangan resmi.


Yeo mengatakan pelaku kejahatan siber mengetahui tren penggunaan aplikasi rapat online dan mereka bisa memanfaatkan, mengeksploitasi hingga menyusup melalui berbagai pintu masuk.


Peretas bisa menggunakan pintu masuk seperti wifi yang tidak aman, jaringan tanpa enkripsi, penggunaan kata sandi yang lemah, dan izin aplikasi yang buruk atau diabaikan untuk melakukan serangan siber.

"Jika terdapat peluang untuk mengeksploitasi situasi dan memikat orang untuk memberikan data pribadi atau meminta pengiriman uang secara palsu, Anda dapat menjamin bahwa penjahat siber akan mengambil andil di situ," ujar Yeo.

Yeo menjelaskan saat ini banyak perusahaan di dunia yang belum siap menghadapi tren bekerja dari rumah yang mengharuskan karyawan untuk mengandalkan aplikasi pihak ketiga.

Di sisi lain,  perusahaan lainnya menganggap tren ini adalah hal biasa dan menjadi waktu yang tepat untuk memeriksa ulang keamanan pada sistem akses jarak jauh.

"Banyak perusahaan memang telah menyadari pentingnya mengamankan aplikasi dan situs web," tutur Yeo.


Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat diambil atau dilakukan oleh para pihak untuk melindungi jaringan mereka dan mengurangi risiko siber terkait konektivitas jarak jauh. Para ahli Kaspersky menyarankan beberapa hal sebagai berikut:

1. Menyediakan Virtual Private Network (VPN) bagi para staf untuk terhubung dengan aman ke jaringan perusahaan.

2. Seluruh perangkat perusahaan  termasuk ponsel dan laptop harus dilindungi dengan perangkat lunak keamanan yang sesuai, termasuk perangkat seluler.

3. Memungkinkan data untuk dihapus dari perangkat yang dilaporkan hilang atau dicuri, memisahkan data pribadi dan pekerjaan, serta membatasi aplikasi apa saja yang dapat diinstal.

4. Selalu terapkan pembaruan terbaru untuk sistem operasi dan aplikasi.

5. Batasi hak akses orang yang terhubung ke jaringan perusahaan.

6. Pastikan bahwa staf menyadari bahaya menanggapi pesan yang tidak diminta atau dari sumber tidak dikenal.


Khusus untuk konferensi video, Kaspersky menyarankan perusahaan untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut:

1. Melakukan penilaian (assessment) fitur keamanan pada platform yang akan karyawan gunakan.

2. Pastikan aplikasi karyawan diperbarui.

3. Baca dan mengatur izin dengan seksama, baik selama konferensi maupun dalam penyimpanan rekaman konferensi.

4. Untuk otentikasi pengguna, gunakan sistem masuk tunggal (SSO) sehingga tim TI dapat melacak dan memverifikasi kredensial.

5. Enkripsi dan amankan jaringan Anda dengan ketat.

6. Buat kebijakan konferensi video yang dapat menetapkan harapan serta batasan di antara semua pesertanya.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK