Kominfo Catat 1.096 Hoaks di Medsos, Terbanyak Facebook

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 16:31 WIB
Kominfo Catat 1.096 Hoaks di Medsos, Terbanyak Facebook Ilustrasi (Pixabay/PDPics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat terdapat total 1.096 hoaks terkait wabah Covid-19 di media sosial dengan Facebook sebagai platform penyebaran terbanyak.

Sebanyak 1.096 hoaks itu, terbagi menjadi 474 topik. Sebaran isu hoaks Covid-19 paling banyak terjadi di Facebook dengan 759 isu. Dari seluruh jumlah itu, Facebook baru menindaklanjuti sebanyak 303 isu.

Sebaran isu hoaks Covid-19 terbanyak kedua ditemukan di Twitter dengan 321 isu. Dari jumlah itu baru 53 isu yang di-take down oleh Twitter.

Sedangkan di Instagram, isu hoaks Covid-19 yang dihapus baru 3 dari 10 isu hoaks yang ditemukan. YouTube terdapat 6 hoaks dan belum ada satu pun yang dihapus.


"Kami temukan melalui siber drone Kemenkominfo begitu banyak disinformasi dan hoaks yang beredar di masyarakat. Hingga pagi ini ada 474 hoaks dan tersebar di lebih dari seribu (1.096) sebaran di platform digital," ujar  Johnny saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (8/4).

Lebih lanjut, Johnny mengaku sudah bertemu dengan pimpinan Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube di kantor pusat Amerika Serikat. Johnny juga telah bertemu dengan perwakilan perusahaan tersebut di Jakarta untuk segera melakukan proses penghapusan hoaks.

Johnny meminta agar seluruh platform digital tidak berkompromi terhadap hoaks dengan cara menghapus seluruh hoaks di platform masing-masing.

"Masalah Covid-19 adalah masalah pandemi global, bukan hanya Indonesia. Karenanya menangani dan memutus mata rantai secara global dan domestik adalah tugas kita semua termasuk tugas platform-platform digital global," ujar Johnny.

Lebih lanjut Kemenkopolhukam  menjalin kerjasama khusus Polri untuk menindak pelaku hoaks Covid-19. Johnny mendorong agar polisi menegakkan hukum terkait pelanggaran penyebaran berita hoaks. 
 
"Polri telah menangani 77 kasus, 77 tersangka, dan 12 telah ditahan. 65 yang masih proses. Tentu kami berharap ini dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh, dan cepat agar masyarakat mengetahui dan memiliki efek jera," ujar Johnny.  (jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]