Apabila proyek tersebut rampung, teleskop itu akan berukuran dua kali lebih besar dibandingkan teleskop radio terbesar di dunia milik China, FAST.
"Kami mengusulkan untuk mempelajari kelayakan membangun teleskop radio gelombang panjang ultra-panjang, di dalam kawah bulan di sisi jauh bulan," ujar ahli teknologi dari NASA Jet Propulsion Laboratory, Saptarshi Bandyopadhyay.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, NASA harus terlebih dahulu menyetujui proyek ini untuk pengembangan lebih lanjut. Program hibah yang memberikan dana untuk proyek ini dimaksudkan untuk memelihara ide-ide visioner di NASA.
Dilansir dari Digital Trend, Senin (13/4), apabila semuanya berjalan dengan baik, LCRT bisa menjadi teleskop radio masa depan. LCRT bisa bergabung dengan FAST dalam membantu mendeteksi berbagai macam fenomena dari galaksi yang terdalam.
NASA mengatakan LCRT mampu mengamati alam semesta pada panjang gelombang lebih dari 10 m (frekuensi di bawah 30MHz), yang sampai sekarang sebagian besar belum dieksplorasi oleh manusia.
Bulan, di mana LCRT dibangun juga bertindak sebagai perisai fisik yang mengisolasi teleskop permukaan-bulan dari gangguan radio atau suara dari sumber-sumber berbasis bumi. (jnp/mik)