Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan sejak awal pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dapat mengizinkan pelanggan menggunakan layanan sesuai dengan prosedur keamanan yang telah diterapkan selama masa pandemi ini.
"Prioritas utama kami adalah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para mitra, dengan mengimplementasikan berbagai inisiatif yang mempertimbangkan keamanan di semua layanan, misalnya transaksi dengan metode pembayaran nontunai untuk meminimalkan kontak fisik," ujar Neneng berdasarkan keterangan pers, Jakarta, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak awal kami telah memperkenalkan pengantaran tanpa kontak untuk keselamatan pelanggan dan mitra pengiriman; serta pelaporan suhu tubuh harian bagi mitra pengemudi dan mitra pengantaran. Apabila menunjukkan gejala sakit, mereka akan ditangguhkan sementara dari platform dan diberikan bantuan keuangan," ujarnya.
Terakhir, khusus bagi layanan GrabBike dan GrabCar masih dapat melayani penumpang di kota-kota sekitar DKI Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kota-kota lain di Indonesia. "Layanan GrabBike untuk mengantarkan pelanggan dari dan ke rumah sakit, pasar, atau supermarket untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari."
Pelanggan jasa transportasi Grab pun tak perlu khawatir terpapar virus meski bepergian karena telah disiapkan pelindung pada armada Grab.
"Layanan GrabCar telah disiagakan 1.000 armada khusus yang dilengkapi partisi plastik antara kursi pengemudi dan penumpang serta 1.000 GrabBike di seluruh Indonesia bagi tenaga medis agar mereka bisa tetap bisa menjalankan tugas mulianya tanpa perlu mengkhawatirkan ketersediaan sarana mobilitas sehari-hari," pungkasnya. (fef)