Harimau berusia empat tahun ini sempat mengalami gejala terinfeksi virus corona yakni mengalami batuk kering. Harimau bernama Nadia ini sempat diperkirakan akan sembuh.
Sejauh ini, Nadia diperkirakan tertular Covid-19 dari seorang karyawan kebun binatang yang merawat hewan-hewan di sana dan diketahui positif meski tidak memiliki gejala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandemi Covid-19 memang telah menginfeksi kawasan sekitar kebun binatang itu. Namun, sejauh ini belum ada laporan pandemi itu menginfeksi hewan di Amerika Serikat. Kasus harimau ini jadi yang pertama.
Setelah itu, Ahli Virologi Hewan dari Universitas Illinois Leyi Wang melakukan tes Covid-19 kepada hewan lainnya seperti gorilla, simpanse, kucing, anjing, dan armadillo (mirip trenggiling) namun hasilnya negatif.
Sementara Nadia dinyatakan positif setelah dilakukan tes tiga kali berdasarkan sampel yang dikumpulkan staf kebun binatang dari hidung, tenggorokan, dan trakea seperti dilansir Gizmodo.
Para dokter hewan yang menangani Nadia menjawab tes yang diberikan kepada Nadia berbeda dengan tes pada manusia. Uji sampel pun dilakukan pada laboratorium khusus hewan.
"(Namun) kami menggunakan tes molekular yang sama seperti pengetesan pada manusia," jelas Leyi Wang, virologis hewan dari Universitas Illinois yang membuat pengetesan Covid-19 untuk Nadia.
Dasar teknik yang digunakan untuk menentukan infeksi juga serupa dengan tes yang dilakukan pada manusia. Mereka menggunakan tes RT-PCR (reverse transcriptase polymerase chain reaction) untuk meneliti sampel. Llau hasilnya dibandingkan dengan sekuen genetik virus SARS-CoV-2.
Namun, Wang menyebut tes yang ia ciptakan untuk mengetes Nadia itu tidak diperbolehkan untuk dilakukan kepada manusia.
Ilustrasi. Harimau asal New York terinfeksi Covid-19 yang diduga ditularkan dari manusia. Pemerintah setempat tengah meneliti rekam jejak kontak harimau tersebut dengan manusia. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra) |
Lebih lanjut, mempelajari infeksi macan ini penting untuk memperdalam pengetahuan soal virus corona SARS-CoV-2.
"Sejak awal kita sudah tahu bahwa ini (Covid-19) adalah penyakit yang dimulai pada hewan dan menular ke manusia. Maka dari itu, penting bagi tenaga medis yang menangani manusia dan hewan untuk bertukar informasi," kata Director of The One Health Office for CDC (Centers for Disease Control and Preventions National Center) for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases, Casey Barton Behravesh, dikutip WIRED.
Meski begitu, belum bisa dipastikan bagaimana harimau 'malang' itu bisa terinfeksi Covid-19 walaupun ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa spesies kucing dan beberapa hewan ternak memang rentan terjangkit virus.
"Sama sekali tidak ada bukti apapun yang menunjukkan bahwa spesies kucing dapat menyebarkan infeksi Covid-19 kepada manusia," kata dokter hewan Sam Sander dari Laboratorium Diagnostik Hewan Universitas Illinois.
Merujuk kepada kasus Nadia, Departemen Kesehatan Kota New York telah membuka penyelidikan lebih lanjut untuk melacak asal-mula bagaimana harimau itu terjangkit virus corona Covid-19.
"Untuk sementara ini, hipotesa awal penularan terjadi dari manusia ke kucing. Namun, bagaimana cara penularannya itu mesti dikaji lebih lanjut," kata Sekretaris Departemen Kesehatan Kota New York, Patrick Gallahue.
Kendati demikian, anjing tersebut tidak menunjukkan gejala Covid-19.
Sebelumnya, virus corona memang biasa menyerang hewan. Terdapat beberapa tipe virus corona pada hewan. Belakangan, virus corona pun menginfeksi manusia. SARS, MERS, hingga virus flu biasa, semua masuk dalam keluarga virus corona, seperti dijelaskan Ann Hohenhaus, staf dokter dari Pusat Perawatan Hewan New York.
Penyakit baru ini memang masih misterius. Sebab, sebelumnya tak ada seorang pun yang mendedikasikan diri mereka untuk memperdalam penyakit ini. Sehingga, tak ada laboratorium khusus yang dibuat untuk mempelajari virus tersebut. Sehingga koolaborasi antar disiplin, antar negara perlu dilakukan untuk mengatasi virus ini. (din/eks)
Ilustrasi. Harimau asal New York terinfeksi Covid-19 yang diduga ditularkan dari manusia. Pemerintah setempat tengah meneliti rekam jejak kontak harimau tersebut dengan manusia. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)