Pemerintah telah menyatakan situasi darurat virus corona (Covid-19) sampai akhir Mei, namun tidak ada yang tahu persis sampai kapan wabah itu bakal berakhir di Indonesia. Selama diimbau tetap di rumah saja, pemilik disarankan memarkirkan kendaraan dengan benar selama tidak terpakai.
Biar kondisi kendaraan selalu optimal, pemanasan mesin mesti dilakukan sekali-kali. Buat mesin kendaraan yang telah menggunakan teknologi injeksi proses ini tak perlu lama, cukup hitungan menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil harus tetap dinyalakan mesinnya, minimal satu minggu sekali," kata Didi melalui pesan singkat, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memanaskan mesin diperlukan guna mengisi kembali energi baterai. Selain itu pemilik juga bisa mengecek kesehatan mesin dengan mendengar suaranya, misalnya ada bunyi aneh bisa dideteksi lalu langsung dilakukan perawatan.
"Karena aki itu pasti berkurang daya karena penggunaan alat elektronik di mobil yang selalu aktif. Contohnya alarm mobil," kata dia.
Didi mengingatkan saat memanaskan mesin tak perlu sambil menginjak-injak gas. Kata dia cukup dibiarkan saja putaran mesin standar alias idle.
Menurut Didi bila memanaskan mesin tak rutin dilakukan dalam jangka waktu lama, ada kemungkinan baterai tekor. Hal ini bisa bikin sulit pemilik mobil waktu ingin berkendara pada kemudian hari.
"Jadi kalau aki sudah tekor, ini nanti bakal sulit di-starter," ucapnya.
Lebih lanjut, Didi menambahkan jika pemilik ingin sedikit repot, sesekali bisa sedikit meluangkan waktu dengan berkeliling sejenak di dekat area rumah sembari mengendarai mobil. (ryh/fea)