Malah data ODP per hari ini (15/4) tercatat ada 165.549, sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 11.165 orang.
Akun El (username Twitter diminta untuk disamarkan), mengaku tidak terkejut dengan total jumlah ODP virus corona di Indonesia yang mencapai ratusan ribu jiwa.
Sebab, jika masyarakat masih pergi bekerja menggunakan transportasi umum dan bepergian ke luar kota dianggap masuk kategori ODP.
"ODP 139.137, ya tidak heran. Kamu masih kerja pergi ke kantor naik KRL/MRT/TJ/LRT ataupun naik motor juga bisa dianggap ODP. Kamu bolak-balik keluar kota macam Jakarta-Depok saja bisa disebut ODP," kata dia.
"Tidak usah membesarkan masalah kalau kamu saja masih keluar-keluar rumah," sambungnya.
[Gambas:Twitter]
Sementara itu, akun @ALAM_CORE mengajak masyarakat untuk lebih mawas diri, sembari mengunggah foto yang bertuliskan, "Saya Warga Indonesia, Saya Pakai Masker".
[Gambas:Twitter]
Netizen lain @taurintya pun mengajak masyarakat untuk tidak terus-terusan menyalahkan pemerintah. Oleh karena itu, ia menyerukan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan.
"Sudah jangan menyalahkan pemerintah karena data ODP 139.137 ditutupin. Lebih baik mulai dari diri kita sendiri yang jaga kesehatan, kebersihan, stay at home (berdiam diri di rumah), work from home (bekerja dari rumah) dan lain-lain. Kalau bukan dari kita, siapa lagi? Semangat Indonesia," cuitnya.
[Gambas:Twitter]
Sementara itu, akun @pandachaaan1 justru menyemangati para tenaga medis yang berada di garda depan untuk menangani pasien Covid-19 di Indonesia.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, laporan per kemarin, Selasa (14/4), jumlah positif corona tercatat ada 4.839 orang. Dari jumlah itu, 459 orang meninggal dunia dan 426 pasien dinyatakan sembuh.
Sedangkan, ODP mencapai 139.137 dan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 10.482 orang.