Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, peserta harus membayar mulai dari Rp150 ribu hingga Rp950 ribu kepada para mitra Kartu Prakerja untuk mengikuti pelatihan.
Anthony mengatakan lebih baik pembayaran pelatihan online hanya sekali saja. Seharusnya tak ada lagi biaya tambahan apabila peserta Kartu Prakerja hendak mengikuti modul pelatihan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebelum bisa mendapatkan insentif yang jumlahnya mencapai Rp.3.550.000, Anthony mengatakan masyarakat diharuskan untuk melakukan pendaftaran dan menyelesaikan serangkaian pelatihan berbayar terlebih dahulu dengan bantuan insentif sebesar Rp1 juta.
Baru setiap peserta akan mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dan dana hasil pengisian survei Rp50 ribu per bulan selama tiga bulan.
Anthony menyarankan agar insentif untuk pelatihan kompetensi dan keterampilan pekerja sejumlah 1 juta rupiah per anggota seharusnya bisa dialokasikan oleh pemerintah yang lebih kongkrit misalkan sembako.
Anthony yang juga merupakan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengatakan perlu ada pembekalan yang konkret untuk penerima kartu pra kerja seperti bagaimana menjadi seorang pengusaha.
Ia mengatakan yang mengisi atau memberikan pelatihan juga harus dari seorang pengusaha yang sudah mengerti pasang surut bisnis.
"Pengusaha lebih bicara kepada praktik, bukan teori. Pelatihan entrepreneurship menjadi penting untuk penerima kartu pra kerja," ujar Anthony.