Nantinya, akun beserta unggahan hoaks corona yang disukai bakal terpampang di fitur News Feed atau Umpan Berita.
"Kami akan memulai menampilkan unggahan informasi yang salah tentang Covid-19 jika pengguna menyukai unggahan tersebut dan akan ditampilkan di fitur News Feed (Umpan Berita)," tulis Vice President Integrity Guy Rosen dikutip dari blog resmi Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan lebih dari 350 juta pengguna Facebook dan Instagram yang telah mengakses informasi Covid-19 dari sumber-sumber terpercaya.
"Pada bulan Maret, kami telah memperingatkan 40 juta akun yang mengunggah informasi palsu atau misinformasi terkait Covid-19 berdasarkan 4.000 artikel yang ditinjau oleh pemeriksa fakta independen," kata Zuckerberg.
"Ketika kami peringatkan, 95 persen dari mereka tidak melanjutkan untuk melihat konten asli," lanjut dia.
Informasi akurat tentang virus corona Covid-19 sebetulnya sudah tersedia di fitur Get the Facts (Dapatkan Fakta) yang telah diluncurkan Facebook. Nantinya pengguna akan disuguhkan oleh beragam informasi dari Otoritas Kesehatan Dunia (WHO), seperti dilansir The Verge, Jumat (17/4).
"Prioritas utama Facebook adalah kami ingin memastikan Anda mendapatkan informasi akurat soal Covid-19 melalui platform kami," pungkas Zuckerberg. (din/mik)