Ponsel yang dijuluki iPhone 'murah' ini dirancang mirip pendahulunya yaitu iPhone 8 yang dirilis pada 2017 khususnya dari segi tampilan layar, keduanya sama-sama memiliki layar berukuran 4,7 inci.
Kendati begitu, beberapa pengguna lebih suka iPhone SE generasi pertama (diluncurkan pada 2016) yang memiliki ukuran layar mulai dari 2.31 inci sampai 4 inci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat pas di tangan saya (iPhone SE 2016). Saya termasuk tipe orang yang ceroboh, iPhone 6 rusak karena kecerobohan saya. Maka ketika membeli iPhone SE, ponsel ini sangat pas di tangan," kata Bridgelall.
[Gambas:Twitter]
Sama halnya dengan Bridgelall, Virgnia LaRoe yang telah menggunakan iPhone sejak 2013 mengatakan ia bahkan membenci perubahan perangkat iPhone SE generasi kedua yang dinilai terlalu besar.
Ia sempat menceritakan sebetulnya ia sempat menggunakan iPhone SE generasi pertama, tetapi perangkat ponsel tersebut boros baterai dan mengharuskannya membeli ponsel yang hemat daya.
Lalu LaRoe berlabuh ke iPhone seri XR, namun ia tidak begitu nyaman menggunakan ponsel ini karena terlalu besar meskipun memiliki kemampuan daya baterai yang lebih baik.
"Sudah waktunya untuk pindah (dari iPhone XR ke perangkat lain), tetapi ukuran ponsel baru (iPhone SE 2020) yang baru terbukti bermasalah," tutur LaRoe.
Menyoal spesifikasi singkat iPhone SE 2020, ponsel dibekali layar Retina HD 4.7 inci dengan cip anyar milik Apple, yakni A13 Bionic. Cipset ini juga disematkan di trio iPhone 11.
Dari sisi fotografi, iPhone SE disematkan sensor kamera belakang 12MP f/1.8 dan kamera depan 7MP.
Ponsel hadir dengan tiga harga berdasarkan kapasitas penyimpanan internal (ROM). Varian termurah dijual dengan harga US$399 ribu atau sekitar Rp6,2 juta (64GB), US$449 atau Rp7 juta (128GB), dan yang termahal US$549 atau Rp8,6 juta (256GB). (din/mik)