Sedangkan pada Maret saat konsep belajar, ibadah, dan bekerja dari rumah diumumkan, Indonesia mengalami serangan siber sebanyak 26,4 juta. Data ini dicatat oleh Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas BSSN).
Berdasarkan data dari BSSN, puncak serangan tertinggi harian terjadi pada Maret 2020, yakni 12 Maret 2020 (sekitar 3,4 juta serangan). Tanggal 12 Maret menandakan 10 hari setelah pemerintah yakni Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien corona pertama kali di Indonesia (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis serangan siber yang terjadi pada Maret meliputi 56 persen trojan activity, 42 persen information gathering, 1 persen exploit kit dan 1 persen web application attack.
Pusopskamsinas BSSN juga mencatat telah terjadi 159 kasus insiden web defacement pada situs web instansi pemerintah pada 1 Januari sampai 12 April 2020.
Deface adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengubah tampilan pada suatu situs web dengan cara menyisipkan file pada server situs web tersebut.
Defacement umumnya dimaksudkan sebagai semacam grafiti elektronik, meskipun bisa juga menjadi sarana untuk menyebarkan pesan bermotif politik atau bentuk unjuk rasa.
(jnp/dal)