Mereka melakukan pemindaian malware menggunakan teknologi deep learning, yang mana salah satu metode pembelajaran mesin yang memungkinkan komputer untuk mempelajari tugas-tugas dan disesuaikan dengan sifat manusia.
Hasilnya, perusahaan yang digawangi Sundar Pichai ini mendapati 300 miliar lampiran konten malware yang siap didistribusikan ke pengguna Gmail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, perusahaan keamanan siber, Barracuda Networks mencatat terjadi peningkatan hingga 667 persen serangan email phising berbahaya selama pandemic virus corona Covid-19.
"Serangan phising selalu memiliki sifat yang sama yaitu menghasut pengguna dengan embel-embel informasi terkait Covid-19," kata Ahli Keamanan Siber Barracuda Networks, Scott Helme dikutip BBC.
"Pandemi virus corona adalah topik yang sangat sensitif dan penjahat siber memanfaatkan momen ini dengan sangat baik. Sebab, ketika orang mendapatkan informasi terkait corona, mereka akan langsung mengklik tautan tersebut," tambahnya.
Sebelumnya, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris dan Departemen Dalam Negeri AS menyampaikan keterangan bahwa peretas saat ini mengeksploitasi kondisi pandemic Covid-19.
Lewat laman resmi mereka NCSC, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris meminta masyarakat untuk mawas diri. Jika menerima surel yang mencurigakan, tandai dengan tanda Spam atau Junk.