Perusahaan aplikasi 'mencari teman' itu selama ini bersikap kooperatif termasuk menghapus konten-konten yang dianggap 'menyesatkan' masyarakat terkait informasi soal corona.
"Acara yang menentang pedoman pemerintah tentang jarak sosial tidak diizinkan di Facebook," kata juru bicara Facevook melansir The Verge, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg mengaku setiap orang dapat berdebat mengenai kebijakan. Akan tetapi, dia melihat banyak pernyataan yang salah mengenai kondisi darurat kesehatan saat ini.
Sejak Januari, Facebook mengklaim telah menghapus tindakan yang dirancang untuk mencegah perawatan atau mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk Covid-19. Namun, Facebook tidak memberitahu detail tentang peristiwa spesifik yang dihapus.
Facebook mengaku akan secara proaktif untuk menindak disinformasi terkait dengan Covid-19. Sekarang, perusahaan itu juga berupaya untuk memberantas materi konten berbahaya dan menghindari sensor protes politik.
John Hopkins University mencatat jumlah kematian akibat virus corona di negeri 'paman sam' melonjak 1.891 pasien dalam 24 jam pada Sabtu (18/4).
Angka kematian itu menjadi yang tertinggi ditemukan AS dalam satu hari sejauh ini. Dilansir AFP, lonjakan tersebut menjadikan total kematian akibat corona di AS mencapai 38.664 pasien. (jps/mik)