Menurut David, hasil penelitian mengatakan bahwa Covid-19 ditemukan pada feses orang yang positif, namun potensi penularan Covid-19 lewat feses atau kentut sangat kecil.
David menjelaskan untuk menghindarinya, orang positif corona yang buang air besar di tempat tertutup dan langsung menyiram kotorannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu memakai masker (celana) yang menutup kentut kita setiap saat," kata Swan dalam podcast Coronacast di ABC.
Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit China juga mengatakan celana merupakan penghalang kentut yang mungkin membawa virus. Walaupun, kentut memiliki kemungkinan yang kecil untuk dapat membawa virus corona.
Lihat juga:Lima Aplikasi Kuis Pembunuh Bosan Kala PSBB |
Virus Corona Tak Hanya Rusak Paru
David mengatakan virus corona menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari hampir tidak ada gejala hingga gejala fatal. Bagi yang aktif terinfeksi, dia berkata bisa mengalami batuk, demam, radang paru, gangguan fungsi hati dan ginjal, gagal ginjal, gangguan syaraf, hingga gangguan penciuman.
"Virus Covid-19 ketika infeksi keluarnya bisa 10 pangkat 4 sampai pangkat 6 virus. Dan siklus ini antara satu sampai dua jam. Bayangkan begitu masuk dia akan menjadi berjuta virus di dalam tubuh kita," ujar David.
Di sisi lain, David berkata reseptor Covid-19 banyak terdapat dalam hati, paru-paru, dan ginjal. Dia berkata Covid-19 masuk melalui pernapasan lalu berkembang di tiga organ tersebut.
"Artinya tidak hanya dari penghirup udara saja, tetapi menyentuh barang yang tercemar virus tersebut kemudian tidak sengaja memenag mukosa selaput lendir di mata, hidung dan mulut dia bisa masuk," ujarnya.
Lebih dari itu, David mengatakan rata-rata infeksi terjadi dalam rentang waktu 1-14 hari. Namun, dia berkata umumnya terjadi pada 3-7 hari.
"Dan bentuk klinis adalah demam, sesak, dan juga gangguan keasaman di dalam darah," ujar David. (jps/mik)