Gopay, LinkAja Irit Bicara Isu Kerja sama dengan Facebook Pay

CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2020 03:01 WIB
Dompet digital milik GoJek, GoPay melakukan ekspansi layanan uang digital ke pasar Modern Town Market Tangerang. Ekspansi ini merefleksikan komitmen GoPay untuk mendorong perekonomian Indonesia dari piramida yang paling bawah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gopay, Ovo, LinkAja, dan Facebook Indonesia bungkam soal rumor kerja sama pembayaran digital dengan Facebook Pay.

Hal ini terkait dengan pemberitaan bahwa perusahaan raksasa media sosial Facebook tengah menjajaki kemitraan dengan tiga layanan pembayaran elektronik Tanah Air yaitu OVO, GoPay, dan LinkAja.

Kerjasama ketiganya dilakukan untuk memuluskan langkah mereka meluncurkan alat pembayaran Facebook Pay. Sebab, pemerintah mewajibkan pemain asing untuk bekerja sama dengan pembayaran digital lokal untuk layanan pembayaran.


Managing Director GoPay, Budi Gandasoebrata memastikan pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak lain, demi mempercepat ekosistem pembayaran non-tunai di Tanah Air.

"Kami tidak mengomentari rumor di pasar. Pada dasarnya GoPay selalu terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai institusi untuk mempercepat non-tunai di seluruh lapisan masyarakat Indonesia," kata Budi kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Rabu (22/4).

Senada dengan GoPay, Head of Corporate Communication LinkAja, Putri Dianita Ruswaldi belum bisa memberikan tanggapan rinci. Namun Putri menyatakan pihaknya tak menutup kemitraan dengan perusahaan manapun.

"Pada intinya, LinkAja terbuka untuk segala jenis kemitraan strategis dengan perusahaan yang memiliki tujuan yang sama yaitu mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan," kata Putri.

"Kalau ada kabar lebih lanjut, saya kabarin nanti," pungkasnya.

Sementara itu, Head of Public Relations OVO (PT Visionet Internasional), Sinta Setyaningsih belum memberikan jawaban terkait hal ini. Begitupun dengan perwakilan Facebook di Indonesia.

Rumor soal kerja sama ini dilontarkan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta.

Ia mengatakan sampai saat ini perusahaan-perusahaan tersebut belum ada yang mengajukan secara resmi kemitraan dengan Facebook. Filiniangsih menyebut mereka baru pada tahap penjajakan seperti dikutip New York Times dari Reuters. 

Agustus lalu, Whatsapp juga dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan tiga perusahaan tersebut untuk layanan pembayaran Whatsapp Pay di Indonesia, seperti dilaporkan Deal Street Asia. 

Facebook Pay sendiri diluncurkan pada November 2019. Langkah Facebook ini mengikuti jejak Apple yang telah meluncurkan Apple Pay dan Google dengan Google Wallet.

Layanan pembayaran ini baru bisa digunakan di Amerika Serikat. Facebook mengintegrasikan layanan pembayaran itu dengan dengan sejumlah bank, PayPal, dan Stripe. Facebook belum dapat memastikan kapan layanan ini bisa digunakan secara global.

Saat ini, Facebook Pay hanya bisa digunakan ketika dihubungkan dengan rekening bank atau kartu kredit. Sehingga tak ada biaya layanan untuk menggunakan pembayaran ini.

Facebook Pay bisa digunakan untuk saling berkirim uang, berbelanja, atau digunakan untuk menyumbang penggalangan dana, membeli gim, atau transfer antar individu. Facebook Pay juga bisa digunakan untuk membeli barang dari Facebook Marketplace.

Meski bisa digunakan antar platform, namun pengguna mesti mengaktifkan Facebook Pay satu per satu. Sebab, mengaktifkan Facebook Pay di Instagram, tidak berarti layanan ini otomatis tersedia di WhatsApp. (din/eks)

[Gambas:Video CNN]