Hal itu dirasakan Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.
Billy mengatakan penurunan jumlah konsumen ke dealer resmi sebelumnya sudah terusik pandemi corona di Indonesia. Beban dealer ditambah dengan larangan mudik 2020. Ia menuturkan pada tahun-tahun sebelumnya rata-rata kunjungan konsumen ke dealer jelang lebaran meningkat 30 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tidak boleh keluar, mobil tidak dipakai jadi ya jarang servis dong," ucap Amelia.
Sedangkan pada masa jelang lebaran, Amelia menuturkan tren kenaikan di dealer umumnya sampai 15 persen.
"Kalau satu bengkel rata-rata unit entry per hari 40 mobil, maka menjelang lebaran naik 15 persen menjadi 46 mobil," kata Amelia.
Amelia belum mau mengungkap kerugian pada bisnis after sales imbas larangan mudik tahun ini.
"Ya semua bisnis sedang menderita," ucap Amelia.
Honda pun demikian. Menurut, Billy prioritas perusahaan saat ini bagaimana bisa tetap melayani konsumen pada masa pandemi corona ini.
"Yang terpenting buat kami sekarang adalah bagaimana dapat melayani konsumen yang membutuhkan," ungkap Billy.
Sementara Direktur Marketing Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi menyatakan perusahaan masih memantau dampak larangan mudik hari raya, terutama dari sisi kerugian bisnis after sales pada dealer-dealer Toyota.
"Kami masih monitor," ucap Anton. (ryh/mik)