Salah satu risikonya yakni bagian baterai atau penyimpan daya listrik sebagai komponen penting pada mobil. Tanda-tanda aki bermasalah bisa diketahui mudah, umumnya saat mobil sulit dinyalakan atau distarter.
Namun, kita bisa mencegah aki bermasalah. Ada beberapa langkah wajib yang bisa dilakukan sendiri, setidaknya sembari menghabiskan waktu luang saat di rumah saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, selalu menyalakan mesin mobil tiga hari sekali, atau minimal satu kali dalam sepekan selama lima sampai 10 menit. Tujuannya agar baterai atau aki mendapat pengisian listrik dari alternator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena aki itu pasti berkurang daya karena penggunaan alat elektronik di mobil yang selalu aktif. Contohnya alarm mobil," kata Didi.
Saat memanaskan mesin mobil disarankan tidak dengan menginjak-injak pedal gas. Sehingga pemilik hanya cukup membiarkan mesin menyala alias idle. Sementara bila mesin sudah menggunakan teknologi injeksi, tak perlu memanaskan mesin terlalu lama.
Didi menambahkan jika pemilik ingin sedikit repot, sesekali bisa sedikit meluangkan waktu dengan berkeliling sejenak di dekat area rumah sembari mengendarai mobil.
Di samping itu, kita dapat merawat aki dengan cara membersihkan terminal aki dari kotoran. Kita bisa membersihkannya menggunakan air panas, kemudian dilap sampai kering.
Sedangkan aki jenis maintenance free (MF) bisa dilakukan pengecekan menggunakan alat battery tester. Alat ini tidak hanya berguna untuk mengukur voltase atau tegangan aki, namun juga daya starter (CCA - Cold Cranking Ampere), tingkat tegangan (SOC - State of Charge), dan tingkat kesehatan aki (SOH - State of Health). (ryh/mik)