PSBB di ketiga wilayah itu akan dilakukan hingga 14 hari ke depan. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, layanan GrabBike telah hilang dari tampilan aplikasi. Hal serupa terjadi pada layanan motor GoRide.
"Dalam rangka PSBB, GoRide tutup dulu. (Pengguna) bisa pakai GoCar maksimal dua penumpang," tulis pihak aplikator Gojek, dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humas PDOI Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong mengatakan penghasilan para ojol dipastikan akan menurun drastis. Sebelum penerapan PSBB saja, pendapatan yang didapat oleh mereka sudah merosot tajam selama sebulan terakhir. Penurunannya bahkan mencapai 50-70 persen.
"Misal, untuk ojol. Yang biasanya sehari bisa mendapatkan penghasilan Rp100 ribu-200 ribu. Sekarang hanya bisa membawa pulang uang sebesar Rl50 ribu-100 ribu. Bahkan, tak sedikit yang hanya memperoleh penghasilan sebesar 30 ribu-50 ribu. Tentu saja, penghasilan segitu tidak cukup bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak," kata Daniel, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa pagi.
Daniel yang juga merupakan salah satu penggugat Permenhub 108 ini, mengaku kondisi itu akan makin 'mencekik' sebab program restrukturisasi kredit terkait keringanan biaya cicilan bagi driver dan ojek online, masih belum efektif terealisasikan.
"Banyak dari rekan-rekan yang mengeluhkan program leasing untuk program restrukturisasi, ternyata tidak memberikan keringanan. Padahal harapan dari rekan-rekan itu ada penundaan pembayaran biaya cicilan 3-6 bulan, tanpa syarat yang memberatkan," kata Daniel.
PDOI Jatim juga meminta agar pihak aplikator, untuk menghapus sementara potongan 20 persen tiap orderan yang dibebankan pada driver dan ojek online, sampai masa pandemi covid-19 berakhir. Hal itu juga termasuk potongan koperasi per minggunya.
"Kami dukung program penerapan PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik untuk memutus penyebaran virus corona. Tapi tolong, perhatikan nasib driver dan ojek online selama penerapan PSBB. Karena tak sedikit dari mereka yang menjadikan driver online sebagai pekerjaan utama. Bahkan banyak juga yang akhirnya mulai beralih profesi sejak pandemi covid-19," kata Daniel. (eks/eks)