Program pertama adalah 'Newton Fund Institutional Links 2020-KLN' , di mana pemerintah Inggris menyediakan dana hibah hingga 400 ribu poundsterling atau sekitar Rp 7,6 miliar dan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) juga menyediakan pendanaan hingga Rp6,4 miliar untuk kolaborasi riset sains dari Indonesia terkait Covid-19.
Dana tersebut disalurkan pemerintah Inggris melalui Newton Fund dari Department of Business, Energy and Industrial Strategy (BEIS). Pendanaan bernama 'Newton Fund Institutional Links 2020-KLN' ini bertujuan untuk mengatasi tantangan-tantangan sebagai konsekuensi dari pandemi global Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Newton Fund Institutional Links KLN 2020 akan mendanai ilmuwan-ilmuwan terbaik Inggris dan Indonesia untuk menghasilkan proyek riset terbaik dalam menangani tantangan terkait pandemi Covid-19, upaya pemulihan pasca Covid-19.
Newton Fund Institutional Links 2020 merupakan bagian dari strategi jangka menengah hingga jangka panjang Kemenristek-BRIN untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan mempersiapkan riset dan inovasi terhadap pandemi di masa mendatang.
Proposal proyek Newton Fund Institutional Links akan ditinjau oleh para penguji kelas dunia dari Inggris dan Indonesia. Periode penerimaan proposal dibuka mulai tanggal 21 April - 12 Juni 2020.
NFIIS menyediakan dana hibah untuk para peneliti yang telah memperoleh dana Newton Fund dan dana dari Kemenristek/BRIN dan DIPI-LPDP dengan tujuan untuk mengoptimalisasi dampak dari kegiatan Newton Fund. Pendanaan hingga 1 juta poundsterling atau sekitar Rp19 miliar dari pemerintah Inggris dan Rp 20 miliar dari pemerintah Indonesia.
Periode pengiriman proposal dibuka hingga 15 Juni 2020. Sejak Newton Fund diluncurkan di Indonesia pada 2014 silam, British Council sebagai mitra pelaksana program telah mendukung 34 kolaborasi riset, melibatkan 46 institusi di kedua negara. (jnp/eks)