Perusahaan keamanan siber IntSights menjelaskan pencurian ini disebabkan oleh penggunaan user name dan kata sandi yang sama dengan yang pernah digunakan di platform lainnya.
Peretas mengumpulkan basis data kata sandi dan nama pengguna yang telah dicuri sejak 2013. Kemudian peretas mencocokan kata sandi dan user name tersebut dengan akun dan kata sandi Zoom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jurus Peretas Curi 500 Ribu Akun Zoom |
Opdenakker mengatakan bahwa mencegah serangan ini merupakan tanggung jawab bersama antara pengguna dan perusahaan. Akan tetapi, ia mengakui bahwa tidak mudah bagi perusahaan untuk mempertahankan diri dari serangan ini.
Dilansir dari Forbes, ia menyarankan agar perusahaan bisa menerapkan berbagai kombinasi untuk menghindari penggunaan kata sandi atau username yang sama demi menghindari serangan peretas.
"Secara teratur memindai basis pengguna mereka yang ada untuk penggunaan kredensial yang diketahui melanggar dan mereset kata sandi saat ini masalahnya," lanjutnya.
Menanggapi pencurian 500 ribu akun Zoom, juru bicara Zoom mengeluarkan pernyataan yang menyatakan hal yang lumrah apabila sebuah layanan konsumen di web menjadi incaran peretas.
"Kami telah menyewa beberapa perusahaan intelijen untuk menemukan masalah ini. Serta perusahaan yang juga telah mematikan ribuan situs mencoba menipu pengguna agar mengunduh malware atau menyerahkan kredensial mereka," ujar Zoom.
Zoom juga mengatakan terus menyelidiki dan mengunci akun yang terancam penyerangan peretas.
"Kami meminta pengguna untuk mengubah kata sandi mereka agar lebih aman dan sedang mencari penerapan solusi teknologi tambahan untuk meningkatkan upaya kami," ujar Zoom. (jnp/eks)