"Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia, namun Tokopedia memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi," tulisnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/4).
"Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan" lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, akun @underthebreach yang mengaku sebagai layanan pengawasan dan pencegahan kebocoran data asal Israel membocorkan tangkapan layar soal data Tokopedia yang bocor lewat Twitter.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan di media sosial disebut kalau peretas masih harus memecahkan algoritma untuk membuka hash dari password para pengguna itu. Peretas pun meminta bantuan peretas lain untuk membuka kunci algoritma itu.
Menurut Nuraini, meski ada usaha pembobolan, namun informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi lantaran terlindung menggunakan enkripsi.
Tokopedia menyebut password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi. Selain itu, Tokopedia juga menerapkan keamanan berlapis untuk melindungi akun pengguna.
Lihat juga:Identitas Peretas yang Klaim Bobol Bukalapak |
Sebelumnya, Peretas Pakistan, Gnosticplayers mengklaim telah meretas puluhan situs web populer termasuk salah satunya Bukalapak.
Gnosticplayers mengungkapkan ada 13 juta akun Bukalapak yang telah diretas dan dijual di Dream Market, situs jual beli di dark web. Pihak Bukalapak pun mengakui ada usaha peretasan pada situsnya. (eks)