5 Kebiasaan Pelanggan Grab yang Berubah selama Pandemi

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 12:15 WIB
Kampanye Grab #AntiNgaret Foto: Dok. Grab
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak terasa sudah menginjak di minggu ke-sembilan menjalankan imbauan #dirumahaja. Dengan menghabiskan sebagian besar waktu melakukan segala aktivitas di rumah, tanpa disadari 'memaksa' kebiasaan untuk berubah, khususnya pada perilaku pelanggan Grab dalam berbelanja, membuat pesanan, dan lainnya.

Berikut 5 perubahan pola pelanggan Grab di Indonesia selama masa pandemi Covid-19, dikutip dari situs resmi Grab Indonesia, Selasa (6/5).

1) Lebih sering belanja online
Belanja online semakin populer akhir-akhir ini karena kecepatan dan kemudahan berbelanja. Tinggal klik, transfer pembayaran, barang langsung diantar.


Hal ini didukung oleh data Grab yang menunjukkan jumlah pesanan GrabExpress pada Maret 2020 naik 21,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Menariknya, banyak juga yang suka belanja dari UMKM lokal karena terdapat kenaikan pengantaran sebanyak 40 persen oleh social sellers (UMKM).

Titik pengantaran barang terbanyak pada Maret juga berubah, dari sebelumnya, perkantoran dan area perumahan mendominasi titik pengantaran, kini didominasi oleh area perumahan (41,5 persen), fasilitas kesehatan (13,6 persen) dan bank (12 persen).

2) Makan sehat
Mengutamakan kesehatan tentu saja penting di masa-masa rawan seperti ini. Mengubah kebiasaan sehat bisa tercermin dari minat masyarakat yang tinggi terhadap pilihan menunya. Banyak masyarakat Indonesia yang mulai beralih memesan makanan sehat.

Saat jumlah pesanan makanan sehat di negara lain menurun, masyarakat Indonesia ternyata lebih memilih makanan sehat dengan kenaikan jumlah pesanan sebanyak 7,4 persen. Jumlah pesanan kudapan manis bahkan menurun sebanyak 8,6 persen.

Memang dasarnya masyarakat Indonesia suka ngemil, kenaikan pesanan makanan sehat juga dibarengi dengan kenaikan pesanan snack pada layanan GrabFood sebesar 15,4 persen.

3) Kebiasaan ngemil meningkat
Sebagian pekerja yang menjalankan WFH mengaku semakin banyak ngemilnya. Bekerja di rumah tentu saja lebih enak jika dilakukan sambil ngemil.

Sejak diluncurkan di Indonesia, layanan pembelian kebutuhan harian GrabMart telah digunakan pelanggan untuk membeli berbagai kebutuhan harian, termasuk camilan. Hal ini dibuktikan dari data kenaikan pemesanan GrabMart di Indonesia pada Maret 2020 yang naik 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Tiga jajanan yang paling laris dibeli selama pandemi Covid-19 melalui GrabMart adalah es kopi dengan beragam variasi, siomay ikan, dan pao ayam BBQ.

4) Makan siang lebih banyak
Peningkatan memesan makanan pun terjadi di saat-saat makan siang. Tak cuma untuk snack, makan siang menjadi waktu mereka berbelanja lebih banyak, dengan kenaikan jumlah pesanan makanan sebanyak 9,4 persen dalam satu kali pesan (basket size).

Ayam goreng tetap menjadi menu terlaris selama masa kerja dari rumah, diikuti oleh es kopi dan aneka mie. Olahan ayam yang digoreng menjadi ayam geprek, ayam penyet, chicken katsu rupanya masih menjadi idola bagi masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu apa pun kondisinya.

5) Makin dermawan
Di masa krisis seperti saat ini, masyarakat Indonesia tak cuma mementingkan 'perutnya' sendiri. Jiwa sosial mereka ternyata tidak padam.

Hal ini dibuktikan dari jumlah pelanggan yang memberikan tip kepada mitra pengantaran GrabFood pada Maret 2020 meningkat sebanyak 38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan besaran tip yang diberikan melonjak hingga 63 persen.

Jadi, selain memberikan tipping lebih sering, pelanggan Grab juga meningkatkan besaran nominalnya.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga senang berbagi. Lebih dari 5.000 mitra merchant GrabFood telah menyediakan menu spesial bagi mitra pengantaran dalam aplikasi GrabFood. Hingga saat ini, lebih dari 500 ribu menu spesial bagi mitra pengantaran telah terjual. (fef)

[Gambas:Video CNN]