Praktisi keselamatan berkendara Jusri Pulubuhu yang memahami soal tindak kejahatan tersebut mengatakan pencurian dengan modus pecah kaca mobil sebetulnya merupakan modus lama. Ia juga mengatakan pencurian menggunakan modus seperti ini selalu berevolusi.
Dahulu, ia ingat modus pecah kaca menggunakan palu atau alat keras lain yang digunakan menghantam kaca mobil hingga pecah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kaca didorong ke dalam sudah deh tinggal diambil barang-barang di dalam, selesai," kata dia.
Jusri menyampaikan memecahkan kaca menggunakan kombinasi air ludah dan pecahan keramik busi juga dapat 'mengecoh' alarm mobil. Metode ini digunakan untuk menghindari bunyi dan getaran.
"Alarm itu gunakan sensor getaran. Nah ini kalau gunakan pecahan keramik dan air ludah getarannya minim jadi tidak terdeteksi alarm. Tapi pemilik mobil sebetulnya sekarang suka dilematis, karena sensor alarm sebetulnya bisa disetting," ucap Jusri.
[Gambas:Instagram]
Pencegahan Pecah Kaca Mobil
Jusri mengatakan seharusnya dokter Tirta tidak mengalami masalah ini jika melakukan antisipasi dini dengan tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil.
Jika tak ingin menjadi korban, Jusri mengatakan caranya cukup mudah yaitu tidak memancing seseorang untuk berniat jahat dengan meletakkan barang berharga di dalam mobil.
"Ya kalau letakin barang di dalam mobil dan berharga, orang jahat lihat ya sudah. Jangan letakkan di kabin dong, letakin ya misalnya di bagasi. Kan selesai," tutupnya. (ryh/mik)